Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Memahami Cara Kerja dan Manfaat Neuronavigasi pada Operasi Tulang Belakang

Teknologi ini memungkinkan dokter "melihat" struktur di balik tulang tanpa harus melakukan pembukaan otot yang lebar.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Memahami Cara Kerja dan Manfaat Neuronavigasi pada Operasi Tulang Belakang
HO/IST
OPERASI SKOLIOSIS - Dokter spesialis bedah dr. Wawan Mulyawan di RS Jakarta, Kamis (11/12/2025), saat menjelaskan soal operasi skoliosis (kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping) yang butuh ketelitian tinggi. 

Memastikan jarum balloon kyphoplasty masuk tepat di tengah badan vertebra (corpus vertebrae) dari sisi kiri dan kanan secara simetris. 

Lebih lanjut penempatan balon yang presisi dapat mengembalikan ketinggian tulang belakang yang kolaps secara optimal, mencegah terjadinya kifosis (bungkuk) permanen di kemudian hari.

Mewakili Rumah Sakit Jakarta, Prof. dr. Budi Sampurna, menyampaikan antusiasmenya terhadap penyelenggaraan acara ini.

“Penerapan Spinal Neuronavigation bukan sekadar tren teknologi, melainkan komitmen kami untuk menghadirkan standar keselamatan tertinggi bagi pasien (Patient Safety),” tegasnya.

Acara yang dihadiri oleh Direktur Rumah Sakit Jakarta dr. Dina Hanum ini, diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran ilmu bagi para sejawat dokter agar teknik operasi yang presisi dan minim risiko ini dapat semakin luas dikenal dan diterapkan di Indonesia.

Berikut jenis gangguan tulang umum di Indonesia yang dirangkum dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

1. Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain - LBP): Prevalensi LBP di Indonesia dilaporkan mencapai 18 persen berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

2. Skoliosis: Diperkirakan 3-5 persen dari total populasi di Indonesia mengalami skoliosis, dengan kasus terbanyak ditemukan pada remaja usia 10-15 tahun. Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan lengkungan abnormal berbentuk C atau S.

3. Osteoporosis: Prevalensi osteoporosis di Indonesia sekitar 10,3 persen di mana dua dari lima penduduk Indonesia berisiko mengalami pengeroposan tulang ini.

4. Kelainan Postur Lainnya: Kemenkes juga mengedukasi masyarakat mengenai kelainan tulang belakang umum lainnya seperti kifosis (punggung bungkuk) dan lordosis (punggung terlalu melengkung ke dalam), yang sering terkait dengan postur tubuh yang buruk atau faktor usia

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas