Akses CT Scan Merata, Kemenkes: Deteksi Dini Penyakit Bisa Dirasakan Warga Kota hingga Desa
Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menargetkan, akses CT scan merata ke seluruh provinsi.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Wahyu Aji
Untuk mendukung kegiatan operasional di Indonesia, fasilitas produksi di Bogor hadir bekerja sama dengan anak perusahaan PT Kalbe Farma, Forsta.
Di kesempatan berbeda, Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih banyaknya warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan tantangan kualitas layanan kesehatan dalam negeri yang perlu terus dibenahi.
“Kalau masih banyak orang Indonesia yang merasa tenaga medis di luar negeri lebih baik, itu berarti kita harus melakukan introspeksi dan perbaikan,” ujar Menkes dalam Forum Nasional Pertama Konsul Kesehatan Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11).
Karena itu penguatan layanan pengobatan serius seperti kanker dan penyakit jantung dinilai penting agar Indonesia dapat memperoleh pengakuan internasional sebagai tujuan layanan medis.
Menkes menegaskan, transformasi sistem kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan membangun kepercayaan publik terhadap mutu layanan kesehatan nasional.
Secara bersamaan selain menyediakan penyediaan alat kesehatan seperti CT scan dan cathlab, Kemenkes juga memperkuat pendidikan dan distribusi dokter spesialis di daerah.
“Semua kabupaten nanti akan dibagi CT scan dan alat untuk penanganan jantung dan stroke. Tinggal siapkan SDM-nya, alat pasti datang,” ujar Menkes Budi Gunadi.
Hingga saat ini juga, masih banyak pasien dari daerah yang harus dirujuk ke ibu kota provinsi karena keterbatasan layanan medis di rumah sakit setempat.
Pemerintah terus mendorong penyediaan alat kesehatan, peningkatan kapasitas tenaga medis, serta penguatan sistem rujukan untuk mengurangi ketergantungan pada rumah sakit rujukan di ibu kota provinsi agar pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan panjang untuk dari daerah ke provinsi.
Penyakit Tidak Menular Jadi Fokus Deteksi Dini
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan dan tidak menular antar individu.
Jenis penyakit ini mencakup penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, serta penyakit pernapasan kronis, yang membutuhkan deteksi dan penanganan sejak dini.
Faktor risiko PTM antara lain kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta pola hidup tidak sehat.
Baca juga: Tekan Ketergantungan Barang Impor, Indonesia Mulai Produksi Lokal Alat Kesehatan CT Scan
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat, rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menekan risiko PTM.