Nyeri Bahu Tak Boleh Dianggap Sepele, Ini Penjelasan Pakar Bedah Dunia
Dalam banyak kasus, nyeri bahu bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada sendi atau otot yang jika dibiarkan dapat memburuk.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Nyeri bahu tidak selalu keluhan ringan dan bisa menandakan kerusakan sendi atau otot jika dibiarkan
- Pakar bedah bahu dunia Dr. Laurent Lafosse menekankan pentingnya diagnosis tepat dan penanganan sejak dini agar pemulihan optimal.
- Melalui teknik minimal invasif berstandar global, pasien kini bisa mendapatkan perawatan yang lebih aman dan cepat pulih.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nyeri bahu sering kali dianggap keluhan biasa akibat kelelahan atau salah posisi tidur.
Padahal, dalam banyak kasus, nyeri bahu bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada sendi atau otot yang jika dibiarkan dapat memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pakar bedah bahu kelas dunia, Dr. Laurent Lafosse, menegaskan bahwa penanganan nyeri bahu tidak bisa disamaratakan.
"Diperlukan pemeriksaan yang tepat, pemilihan metode pengobatan yang sesuai, serta penanganan yang aman agar pasien dapat kembali bergerak normal tanpa rasa sakit," kata Laurent Lafosse saat Siloam Orthopedic Symposium di Jakarta belum lama ini.
Menurut Lafosse, kebutuhan layanan kesehatan bahu terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup dan gaya hidup masyarakat yang semakin aktif.
Baca juga: 80 Persen Perempuan Alami Nyeri Haid, Tak Harus Tergantung Obat, Ini Cara Efektif Menguranginya
Aktivitas kerja, olahraga, hingga proses penuaan membuat sendi bahu rentan mengalami cedera dan kerusakan.
Lafosse menjelaskan bahwa secara umum ada tiga masalah bahu yang paling sering dialami pasien.
Masalah pertama adalah kerusakan sendi akibat usia atau pengapuran.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri yang menetap dan bahu terasa kaku.
"Jika sudah berat, dokter dapat merekomendasikan penggantian sendi bahu agar pasien kembali bisa beraktivitas dengan nyaman," katanya.
Masalah kedua adalah bahu yang mudah terlepas atau sering keseleo.
Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang aktif secara fisik atau pernah mengalami cedera sebelumnya.
Kabar baiknya, berkat teknologi kedokteran saat ini, perbaikan bahu bisa dilakukan tanpa operasi besar.
“Dulu sendi harus dibuka dan dijahit secara langsung. Sekarang, tanpa membuka sendi, bagian yang robek atau kendor bisa diperbaiki dengan teknik endoskopi,” kata Dr. Lafosse.