Nyeri Bahu Tak Boleh Dianggap Sepele, Ini Penjelasan Pakar Bedah Dunia
Dalam banyak kasus, nyeri bahu bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada sendi atau otot yang jika dibiarkan dapat memburuk.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
Masalah ketiga adalah robekan otot bahu, yang sering disangka sebagai frozen shoulder.
Banyak pasien mengira bahunya kaku biasa, padahal sebenarnya terjadi robekan otot yang membuat tangan sulit diangkat.
“Bukan frozen shoulder. Pasien merasa sakit dan tidak bisa mengangkat tangan. Itu karena ototnya robek. Awalnya kecil, tapi kalau tidak ditangani bisa menjadi robekan besar,” katanya.
Dr. Lafosse mengingatkan bahwa menunda pemeriksaan justru dapat memperparah kondisi.
Jika robekan kecil dibiarkan, proses penyembuhan akan semakin sulit dan waktu pemulihan menjadi lebih lama.
Sebagai pelopor teknik bedah bahu modern yang minim sayatan, Lafosse dikenal mengembangkan metode yang membuat nyeri pascaoperasi lebih ringan dan pemulihan lebih cepat, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Kehadirannya di Indonesia juga membuka kesempatan bagi dokter-dokter ortopedi dalam negeri untuk mempelajari teknik terbaru tanpa harus ke luar negeri.
Dampaknya diharapkan dapat langsung dirasakan pasien melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan bahu di Tanah Air.
Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Inge Samadi mengatakan, menghadirkan Dr. Laurent Lafosse merupakan langkah nyata agar pasien di Indonesia mendapatkan penanganan nyeri bahu yang lebih aman, modern, dan sesuai standar global.
"Melalui edukasi dokter yang berkelanjutan dan pengembangan pusat layanan khusus bedah bahu, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa nyeri bahu bukan keluhan sepele dan dapat ditangani dengan tepat jika ditangani sejak dini," katanya.