Gusi Berdarah Bukan Hal Normal, Kenali 6 Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan
Gusi yang sehat sangat penting karena penyakit gusi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk risiko penyakit jantung
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Gusi yang sehat sangat penting karena penyakit gusi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk risiko penyakit jantung dan diabetes.
- Tanda-tanda gusi bermasalah meliputi gusi merah, berdarah, bengkak, menyusut, bau mulut kronis, serta gigi yang goyang atau berubah posisi.
- Menyikat gigi dengan benar, rutin flossing, dan memeriksakan gigi secara berkala dapat membantu mencegah penyakit gusi.
TRIBUNNEWS.COM - Banyak orang mengabaikan kebiasaan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing) setiap hari. Padahal, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa kesehatan gusi berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"Orang sering berpikir bahwa senyum sehat hanya bergantung pada gigi, padahal gusi merupakan fondasi kesehatan mulut," kata dokter gigi Dr. Rhona Eskander.
"Gusi menopang dan melindungi gigi. Ketika gusi meradang dan tidak sehat, dampaknya bisa berupa gigi sensitif, bau mulut, gigi menjadi tidak stabil, bahkan kehilangan gigi pada kasus yang sudah parah."
Mengutip iNews, meski perawatan gigi dan perawatan gusi saling berkaitan, keduanya tidak sepenuhnya sama.
"Saat berbicara tentang gigi, kita biasanya fokus melindungi enamel dan mencegah gigi berlubang. Sedangkan perawatan gusi lebih berfokus pada pengendalian plak dan peradangan di sepanjang garis gusi serta sela-sela gigi, tempat bakteri sering menumpuk," jelasnya.
Menurut Dr. Jenni Rawes dari Ten Dental, penyakit periodontal atau penyakit gusi kini semakin sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lain, termasuk penyakit jantung dan diabetes. Para ilmuwan masih terus mempelajari hubungan tersebut.
"Kesehatan gusi yang buruk juga berarti seseorang akan membutuhkan lebih banyak perawatan gigi di masa depan, dan peluang keberhasilan perawatannya pun lebih rendah. Dari sisi estetika, gusi yang menyusut merupakan salah satu faktor terbesar yang membuat senyum tampak lebih tua," katanya.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh Gusi Berdarah, Itu Tanda Awal Gigi Goyang dan Mudah Tanggal, Begini Prosesnya
Penyakit gusi sering kali muncul tanpa gejala yang jelas dan tanpa rasa sakit pada tahap awal.
"Banyak orang mengira masalah serius pasti menimbulkan rasa sakit. Padahal, penyakit gusi tahap awal hingga sedang dapat berkembang dengan sedikit atau bahkan tanpa ketidaknyamanan, sehingga pencegahan menjadi sangat penting," ujar Eskander.
Ia juga menambahkan bahwa gigi yang tampak putih dan rapi belum tentu menandakan kesehatan mulut yang baik.
"Seseorang bisa saja memiliki gigi yang indah tetapi tetap mengalami peradangan gusi."
Penyakit gusi juga tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia. Menurut Eskander, kasus gusi meradang juga banyak ditemukan pada orang muda akibat kombinasi faktor seperti stres, kebersihan mulut yang kurang konsisten, pola makan, merokok, dan kemungkinan penggunaan vape.
Pesan pentingnya adalah penyakit gusi tahap awal yang dikenal sebagai gingivitis masih dapat disembuhkan. Namun, ketika berkembang menjadi periodontitis, penanganannya menjadi jauh lebih sulit.
"Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gusi menyusut, kehilangan tulang penyangga gigi, gigi goyang, dan akhirnya kehilangan gigi," jelasnya.