Gusi Berdarah Bukan Hal Normal, Kenali 6 Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan
Gusi yang sehat sangat penting karena penyakit gusi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk risiko penyakit jantung
Editor:
Tiara Shelavie
Kondisi ini sangat umum ditemukan dan dapat terjadi pada semua kelompok usia. Penyebabnya antara lain penyakit gusi, kebiasaan menggemeretakkan gigi, atau menyikat gigi terlalu keras.
Ketika gusi menyusut, akar gigi menjadi terbuka. Bagian akar lebih lunak daripada enamel sehingga lebih rentan mengalami keausan, sensitivitas, dan kerusakan gigi.
Meski sebagian penyusutan gusi terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, perubahan yang muncul secara tiba-tiba perlu mendapat perhatian.
5. Bau Mulut yang Tidak Kunjung Hilang
"Bau mulut yang terus-menerus dapat menjadi petunjuk penting," kata Eskander.
Jika seseorang rajin menyikat gigi tetapi tetap mengalami bau mulut atau rasa tidak enak di mulut, hal itu bisa menjadi tanda adanya penumpukan bakteri di sekitar gigi, lidah, atau di bawah garis gusi.
Obat kumur mungkin dapat menutupi masalah untuk sementara, tetapi tidak menyelesaikan penyebab utamanya. Dalam beberapa kasus, bau mulut juga bisa berkaitan dengan refluks asam lambung, masalah sinus, atau batu amandel.
6. Perubahan Posisi Gigi atau Gigi Goyang
"Jika gigi terasa goyang, jarak antar gigi berubah, atau gigitan terasa berbeda secara tiba-tiba, jangan menunda untuk mencari bantuan," kata Eskander.
Perubahan tersebut dapat menjadi tanda penyakit gusi yang sudah lanjut, kehilangan tulang penyangga gigi, atau masalah lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Menjaga Kesehatan Gusi
Menurut para ahli, teknik menyikat gigi yang benar sangat penting. Menyikat terlalu keras justru dapat merusak jaringan gusi dan mempercepat penyusutan gusi.
Menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan menyikat secara perlahan di sepanjang garis gusi jauh lebih efektif dibanding menggosok terlalu kuat.
Flossing juga berperan besar dalam menjaga kesehatan gusi.
"Banyak orang mengira flossing hanya diperlukan saat ada makanan yang tersangkut. Padahal tujuannya adalah menghilangkan bakteri di area yang tidak dapat dijangkau sikat gigi," jelas Eskander.
Selain itu, obat kumur tidak dapat menggantikan fungsi menyikat gigi dan flossing. Obat kumur hanya menjadi pelengkap dalam rutinitas kebersihan mulut.
Pemeriksaan dan pembersihan gigi secara rutin juga sangat penting karena plak yang sudah mengeras menjadi karang gigi tidak bisa dihilangkan sendiri di rumah.
Terakhir, kesehatan gusi tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan menyikat gigi. Faktor seperti stres, hormon, merokok, penggunaan vape, kualitas tidur, dan dehidrasi juga dapat memengaruhi kondisi gusi.
(*)