Jangan Tunggu Nyeri Hebat, Ketahui Langkah Mudah Kendalikan Asam Urat Sejak Dini
Asam urat sering kali baru disadari ketika sudah menimbulkan nyeri hebat pada sendi. Padahal, kondisi ini dapat dikendalikan sejak dini
Penulis:
Willem Jonata
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Jangan Tunggu Nyeri Hebat, Ketahui Langkah Mudah Kendalikan Asam Urat Sejak Dini
Ringkasan Berita:
- Asam urat biasanya menyerang jempol kaki, termasuk pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari.
- Seiring gejala asam urat yang tak ditangani dengan baik, bisa membuat penderitanya tidak dapat menggerakkan sendi secara normal
- Pentingnya mengatur pola makan rendah purin serta rutin melakukan aktivitas fisik sebagai langkah preventif, terutama bagi kelompok usia dewasa dan lansia
Willem Jonata/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM - Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi faktor utama seringnya penyakit asam urat terlambat ditangani.
Asam urat kerap dianggap sepele karena gejalanya muncul secara bertahap. Namun, tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri sendi yang hebat hingga mengganggu produktivitas.
Baca juga: Sering Dianggap Pegal Biasa, Ini Tanda Asam Urat yang Kerap Diremehkan
“Asam urat sering kali baru disadari ketika sudah menimbulkan nyeri hebat pada sendi. Padahal, melalui pemeriksaan sederhana dan perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat dikendalikan sejak dini,” ujar dr. Dedy Pranoto dari RAHO Club dalam seminar kesehatan di Helen’s Play Mart, Malang, Jawa Timur, Minggu (25/1/2026).
Tanda dan gejala asam urat hampir selalu muncul tiba-tiba, yang meliputi nyeri sendi hebat.
Asam urat biasanya menyerang jempol kaki, termasuk pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari.
Setelah rasa sakit yang paling parah mereda, beberapa ketidaknyamanan sendi dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Serangan selanjutnya cenderung berlangsung lebih lama dan memengaruhi lebih banyak sendi.
Kemudian, sendi yang terkena menjadi bengkak, nyeri, hangat, dan merah. Kondisi tersebut membuat keterbatasan rentang gerak.
Seiring gejala asam urat yang terus berlangsung, bisa membuat penderitanya tidak dapat menggerakkan sendi secara normal.
Dedy menekankan pentingnya mengatur pola makan rendah purin serta rutin melakukan aktivitas fisik sebagai langkah preventif, terutama bagi kelompok usia dewasa dan lansia.
Hindari makan jeroan, daging merah, seafood tertentu, beberapa sayuran seperti bayam yang tinggi purin.
Kemudian, lanjut dia, memperbanyak buah seperti ceri, jeruk, alpukat. Kemudian minum banyak air putih, serta menghindari minuman manis dan alkohol.
Kegiatan edukasi yang diinisiasi oleh Holywings Peduli ini menyasar warga Kelurahan Purwantoro dan sekitarnya di Kota Malang, Jawa Timur.
Selain mendapatkan materi edukasi, para peserta juga berkesempatan mengikuti cek kesehatan massal, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga pemeriksaan asam urat dan tes darah lengkap melalui laboratorium.