Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengapa Virus Nipah Picu Kematian Tinggi? Dokter Jelaskan Penyebabnya

Virus Nipah kerap disebut sebagai salah satu penyakit zoonotik dengan tingkat kematian tinggi. 

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Virus Nipah kerap disebut memiliki tingkat kematian tinggi. 
  • Fakta ini berkaitan erat dengan cara virus ini menyerang tubuh manusia. 
  • Kelompok usia yang paling banyak terinfeksi adalah usia dewasa muda yang aktif secara sosial dan pekerjaan.

 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Virus Nipah kerap disebut sebagai salah satu penyakit zoonotik dengan tingkat kematian tinggi. 

Namun pemahaman yang tepat jauh lebih penting dibandingkan kepanikan berlebihan, terutama karena penyebarannya hingga kini masih terbatas.

Baca juga: WHO Kategorikan Virus Nipah Patogen Mematikan, Pakar Jelaskan Potensi Pandemi Tak Sebesar Covid-19

Virus Nipah adalah penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh virus dari genus Henipavirus.

Rekomendasi Untuk Anda

Sumber penularan virus ini berasal dari inang alami virus ini adalah kelelawar buah (Pteropus sp.). 

Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi (seperti kelelawar atau babi).

Penularan juga dapat terjadi dengan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi cairan hewan tersebut.

Seperti air nira atau buah yang digigit kelelawar, atau melalui kontak antarmanusia via droplet dan cairan tubuh.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. Dominicus Husada, menjelaskan bahwa fatality rate Virus Nipah memang tergolong tinggi dibandingkan banyak penyakit infeksi lain.

“Betul sekali bahwa dia ditakuti karena kematiannya tinggi 40–75 persen,” ujar Prof. Dominicus pada media briefing virtual, Kamis (29/1/2026). 

Berdampak Pada Saraf, Nipah Disalahartikan sebagai Penyakit Lain

Tingginya fatality rate Virus Nipah tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan cara virus ini menyerang tubuh manusia. 

Pada banyak kasus, infeksi Nipah berdampak langsung pada sistem saraf pusat.

Baca juga: Virus Nipah Disebut Mematikan, Pakar Tegaskan Risiko Pandemi Tak Besar

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas