Mengapa Virus Nipah Picu Kematian Tinggi? Dokter Jelaskan Penyebabnya
Virus Nipah kerap disebut sebagai salah satu penyakit zoonotik dengan tingkat kematian tinggi.
Editor:
Anita K Wardhani
Pada awal kemunculannya, virus ini bahkan sempat disalahartikan sebagai penyakit lain karena gejala neurologis yang dominan.
“Karena kasusnya banyak yang menyerang kesadaran sistem saraf, diperkirakan waktu itu penyebabnya adalah Japanese Encephalitis Virus, tapi belakangan diketahui bahwa ini virus baru yang tahun 1998 dan kemudian disebut virus Nipah,” jelas Prof. Dominicus.
Kondisi tersebut membuat penanganan pada fase awal menjadi krusial, karena gangguan kesadaran dan kerusakan saraf dapat berkembang cepat.
Kasus Terbatas, Fokus Dunia pada Pencegahan
Sejak pertama kali ditemukan pada 1998, jumlah kasus Virus Nipah secara global tercatat lebih dari 800, dengan penyebaran yang terkonsentrasi hanya di beberapa negara, yakni Malaysia, Singapura, Filipina, India, dan Bangladesh.
Meskipun angka kematiannya tinggi, jumlah kasus yang relatif terbatas membuat para ahli menekankan pentingnya pendekatan kewaspadaan berbasis ilmu pengetahuan, bukan ketakutan.
Kelompok usia yang paling banyak terinfeksi adalah usia dewasa muda yang aktif secara sosial dan pekerjaan.
Terutama mereka yang memiliki kontak erat dengan hewan atau lingkungan berisiko.
Dengan pemahaman yang tepat mengenai karakter virus dan jalur penularannya, risiko dapat ditekan melalui pencegahan dan pengawasan, tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.