Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pesan Penyintas pada World Cancer Day 2026: Layanan Pengobatan Kanker Perlu Lebih Ramah Pasien

Layanan kanker perlu lebih adil, inklusif, dan terhubung, agar pasien merasa didampingi sepanjang perjalanan pengobatannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pesan Penyintas pada World Cancer Day 2026: Layanan Pengobatan Kanker Perlu Lebih Ramah Pasien
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
PEOPLE CENTERED - Penyintas kanker sekaligus Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC), Aryanthi Baramuli Putri (baju hitam rambut panjang) menekankan, pentingnya pendekatan people-centered cancer care dalam layanan kanker di Indonesia. Hal ini disampaikan dia dalam peringatan World Cancer Day 2026 yang digelar PP POI di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (1/2/2026). 

Pesan Penyintas pada World Cancer Day 2026: Layanan Kanker Perlu Lebih Ramah Pasien

Rina Ayu Panca Rini/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAWorld Cancer Day 2026 menjadi pengingat, kanker bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga tentang pengalaman pasien yang menjalaninya.

Layanan kanker perlu lebih adil, inklusif, dan terhubung, agar pasien merasa didampingi sepanjang perjalanan pengobatannya.

Harapannya ini disuarakan dalam Sarasehan Pasien Kanker yang digelar Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (PP POI) di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Penyintas kanker sekaligus Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC), Aryanthi Baramuli Putri menekankan, pentingnya pendekatan people-centered cancer care dalam layanan kanker di Indonesia.

Menurut Aryanthi, pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pasien secara medis, tetapi juga memandang pasien sebagai manusia, termasuk kebutuhan emosional, sosial, dan dukungan komunitas.

Rekomendasi Untuk Anda

“Artinya, layanan kanker harus mengikuti perjalanan pasien, mulai dari diagnosis hingga pemulihan, dan melibatkan pasien dalam setiap keputusan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan kanker yang ideal adalah layanan yang mudah dipahami pasien, menjangkau semua masyarakat tanpa diskriminasi, membuka ruang diskusi antara dokter dan pasien, serta memberikan hak pasien untuk mendapatkan informasi dan edukasi yang jelas. Selain itu, layanan kanker juga harus bisa diakses secara merata di seluruh Indonesia.

Aryanthi menegaskan, pelayanan kanker tidak cukup hanya menentukan langkah pengobatan, tetapi harus membangun sistem layanan yang lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan. Masyarakat dan komunitas pasien perlu dilibatkan dalam perencanaan kebijakan layanan kesehatan.

“People-centered cancer care bukan sekadar konsep. Ini harus diwujudkan dalam sistem layanan yang nyata, agar pasien merasa didengar, didukung, dan mendapatkan layanan yang adil,” katanya.

Apa yang disuarakan pasien sejalan dengan tema global World Cancer Day 2026, United by Unique.

Ketua Umum PP POI, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, mengatakan tema ini mencerminkan realitas penanganan kanker saat ini, di mana setiap pasien memiliki perjalanan, kebutuhan, dan tantangan yang berbeda.

“Kita semua menyadari bahwa beban kanker semakin meningkat di seluruh dunia. Karena itu, kita tidak bisa melawannya sendiri. Kunci utamanya adalah kolaborasi, mulai dari pembuat kebijakan, tenaga kesehatan, hingga dukungan komunitas,” ujarnya.

Sarasehan Pasien Kanker menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas pemerataan akses dan perawatan, mutu layanan, peran tim multidisiplin, serta penguatan peran pasien dalam sistem pelayanan kesehatan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas