Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tragedi Bunuh Diri pada Anak, Psikiater Ingatkan Perubahan Sikap Jadi Alarm 

Tragedi bunuh diri pada anak kembali membuka perbincangan serius tentang kesehatan jiwa usia sekolah dasar. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tragedi Bunuh Diri pada Anak, Psikiater Ingatkan Perubahan Sikap Jadi Alarm 
Freepik.com
PERUBAHAN PERILAKU ANAK - Perubahan perilaku merupakan tanda peringatan dini yang paling penting dalam kasus bunuh diri pada anak.  

Dari sisi individu, risiko meningkat pada anak dengan depresi, kecemasan berat, kesulitan mengatur emosi, serta perasaan bersalah berlebihan hingga merasa menjadi beban bagi orang lain.

Di lingkungan keluarga, tekanan ekonomi kronis, konflik berkepanjangan, kekerasan verbal atau fisik, serta orangtua yang mengalami stres berat atau gangguan mental turut memperbesar kerentanan anak.

Sementara dari faktor lingkungan, perundungan di sekolah, isolasi sosial, serta paparan konten bunuh diri di media dan ruang digital tanpa pendampingan menjadi pemicu tambahan.

Kementerian Kesehatan mencatat tren peningkatan kasus percobaan bunuh diri pada anak dan remaja dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, dan digital.

“Bunuh diri pada anak hampir selalu lahir dari akumulasi, bukan satu kejadian,"sambungnya. 

Perubahan Perilaku, Alarm Paling Penting yang Sering Terabaikan

Perubahan perilaku merupakan tanda peringatan dini yang paling penting dalam kasus bunuh diri pada anak. 

Sayangnya, sinyal ini kerap tidak disadari atau dianggap sebagai fase perkembangan biasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain anak menarik diri dan menjadi sangat pendiam, perubahan emosi drastis seperti murung, mudah menangis, atau cepat marah, serta munculnya ucapan bernada putus asa.

Gangguan tidur, mimpi buruk berulang, penurunan prestasi akademik, hingga hilangnya minat bermain juga merupakan sinyal yang tidak boleh diabaikan.

WHO menekankan bahwa mayoritas anak yang melakukan bunuh diri sebenarnya telah menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca oleh lingkungan terdekat.

“Perilaku anak berubah bukan tanpa sebab, itu cara jiwa meminta tolong,"lanjutnya. 


Tekanan Ekonomi dan Beban Sistemik pada Kesehatan Mental Anak

Masalah ekonomi memiliki dampak tidak langsung namun mendalam terhadap kesehatan mental anak. 

Anak sering menyerap stres orangtua, meski tidak selalu memahami akar persoalannya.

Dalam kondisi tersebut, anak dapat merasa dirinya sebagai penyebab kesulitan keluarga. 

Rasa bersalah dan tanggung jawab semu pun muncul, padahal beban tersebut seharusnya berada pada orang dewasa.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas