Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tragedi Bunuh Diri pada Anak, Psikiater Ingatkan Perubahan Sikap Jadi Alarm 

Tragedi bunuh diri pada anak kembali membuka perbincangan serius tentang kesehatan jiwa usia sekolah dasar. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tragedi Bunuh Diri pada Anak, Psikiater Ingatkan Perubahan Sikap Jadi Alarm 
Freepik.com
PERUBAHAN PERILAKU ANAK - Perubahan perilaku merupakan tanda peringatan dini yang paling penting dalam kasus bunuh diri pada anak.  

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Bunuh diri pada anak kembali membuka diskusi tentang kesehatan jiwa usia sekolah dasar. 
  • Pada kasus bunuh diri hampir tidak pernah berdiri sendiri, tapi akumulasi tekanan psikologis yang tidak tertangani.
  • Kajian WHO dan laporan tren nasional Kemekes ada beberapa faktor dan gejala dini yang bisa dikenali.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tragedi bunuh diri pada anak kembali membuka perbincangan serius tentang kesehatan jiwa usia sekolah dasar. 

Dari sudut pandang kesehatan jiwa anak dan remaja, kasus bunuh diri hampir tidak pernah berdiri sendiri, melainkan lahir dari akumulasi tekanan psikologis yang tidak tertangani.

Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, dari Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, menegaskan bahwa pada anak, makna bunuh diri sangat berbeda dengan orang dewasa.

Rekomendasi Untuk Anda

“Anak tidak sedang ingin mati, ia sedang tidak tahu bagaimana caranya hidup dengan beban yang terlalu berat,"ungkap dr Lahargo pada keterangannya, Rabu (4/2/2026). 


Anak Usia 10 Tahun Sudah Paham Kematian, Tapi Belum Siap Menyikapi Beban

Secara perkembangan, anak usia sekitar 9–10 tahun sudah mulai memahami kematian sebagai sesuatu yang permanen. 

Namun, pemahaman tersebut belum diimbangi dengan kematangan emosi dan kemampuan kognitif untuk menimbang dampak jangka panjang.

Dari sudut pandang kesehatan jiwa, anak masih berpikir konkret dan hitam-putih. 

Ketika berada dalam tekanan, anak mudah sampai pada kesimpulan ekstrem, termasuk keyakinan bahwa masalah akan selesai jika dirinya tidak ada.

WHO mencatat bahwa bunuh diri bukan hanya isu orang dewasa. Pada kelompok usia muda, perilaku ini dapat muncul ketika distres psikologis bertemu dengan minimnya dukungan emosional.

“Pada anak, bunuh diri bukan soal kematian, tapi tentang keputusasaan yang tak punya bahasa," imbuhnya. 

Faktor Risiko Bunuh Diri pada Anak Usia Sekolah Dasar

Berdasarkan kajian Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan laporan tren nasional Kementerian Kesehatan, terdapat sejumlah faktor risiko utama yang berperan dalam kasus bunuh diri pada anak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas