Bayi Rewel Tak Selalu Sakit, Curigai GERD Jika Ada Tanda Ini!
Menurut Prof Badriul, kunci membedakan gumoh normal dan GERD terletak pada alarm klinis, bukan pada frekuensi gumoh atau tangisan semata.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
“Kalau berat badannya tidak naik, itu alarm kita. Kalau ada darah di muntahannya, kita boleh berpikir sebagai alarm,” jelasnya.
Tanpa tanda-tanda tersebut, gumoh berulang masih termasuk kondisi fisiologis yang umum terjadi pada bayi.
Gumoh Banyak Tapi Berat Badan Naik, Jangan Panik Dulu
Prof Badriul juga mengingatkan bahwa regurgitasi berlebihan belum tentu menandakan kerusakan.
Bayi bisa gumoh hingga 7–8 kali sehari, tetapi tetap sehat selama asupan makan baik dan berat badan naik sesuai kurva.
Sebaliknya, pada bayi dengan luka di kerongkongan, rasa nyeri justru membuatnya enggan makan, sehingga asupan berkurang dan pertumbuhan terhambat.
Inilah mengapa berat badan menjadi indikator kunci, bukan jumlah gumoh.
Langkah Awal Bukan Obat, Tapi Edukasi Orang Tua
Jika tidak ditemukan alarm, Prof Badriul menegaskan bahwa bayi tidak perlu terapi obat, karena GERD memang belum terbukti.
Pendekatan awal yang dianjurkan adalah edukasi dan perbaikan pola, mulai dari menghindari overfeeding, memperbaiki posisi bayi, hingga menenangkan kecemasan orang tua.
“Tenang ibu, penelitian menunjukkan 80 persen bayi akan reflux 1–4 kali sehari dan akan berkurang dengan bertambahnya usia,” kata Prof Badriul.
Selama bayi tumbuh dengan baik dan tampak nyaman, gumoh bukanlah penyakit.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan