PBI BPJS Diputus Tanpa Notifikasi, Ketua KPCDI Dorong Sistem Peringatan Dini
Ketiadaan notifikasi sebelum penonaktifan membuat pasien berada dalam posisi paling dirugikan, terutama pasien cuci darah yang harus terapi rutin.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Ketua KPCDI Tony Richard Samosir mengkritik penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada peserta.
- Ia menilai kebijakan ini sangat merugikan pasien cuci darah yang membutuhkan layanan rutin dan sering baru tahu BPJS nonaktif saat di rumah sakit.
- Tony meminta adanya notifikasi terlebih dahulu agar pasien punya waktu menyiapkan administrasi dan tidak kehilangan akses layanan penting.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir mengkritik keras penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang dilakukan tanpa pemberitahuan lebih awal kepada peserta.
Tony menilai, ketiadaan notifikasi sebelum penonaktifan membuat pasien berada dalam posisi paling dirugikan, terutama pasien cuci darah yang harus menjalani terapi rutin.
Banyak pasien baru mengetahui status kepesertaannya nonaktif saat sudah berada di rumah sakit dan membutuhkan layanan segera.
Ia menekankan bahwa tidak realistis mengharapkan pasien untuk mengecek status BPJS Kesehatan setiap hari, terlebih bagi pasien yang harus berobat secara berkala dan memiliki keterbatasan fisik maupun ekonomi.
“Masa kita setiap hari ngecek BPJS kita begitu aktif atau tidak. Kan gak mungkin,” ujar Tony saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, kebijakan penonaktifan massal tanpa notifikasi bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap kelompok rentan.
Tony menyarankan agar Kementerian Sosial memberikan pemberitahuan minimal 30 hari sebelum penonaktifan dilakukan.
Sehingga peserta memiliki kesempatan membela diri, verifikasi ulang, atau melengkapi dokumen administrasi.
Tony juga menilai, dari sisi teknologi, pemberian notifikasi bukanlah hal yang sulit dilakukan.
Baca juga: Kemenkes Tanggapi Keluhan Pasien Cuci Darah, BPJS PBI Dinonaktifkan Mendadak
Ia menyebutkan bahwa negara seharusnya mampu menyediakan sistem pemberitahuan digital yang sederhana dan efektif untuk melindungi peserta PBI BPJS.
“Paling gak memberikan notifikasi lah kan zaman sekarang teknologi canggih, ada namanya post notification,” katanya.
Selain soal notifikasi, Tony menyinggung dampak nyata penonaktifan mendadak bagi pasien cuci darah yang harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.
Ia menyebut, ada pasien yang harus menempuh waktu hingga berjam-jam untuk menjalani terapi.
Namun setibanya di fasilitas kesehatan justru tidak bisa dilayani karena status BPJS tidak aktif.
Baca juga: 3 Cara Aktifkan BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan, Bisa Lewat HP