Kemenkes Terima 2 Laporan Kasus Campak di Australia, yang Terbaru Pasien Anak
Kementerian Kesehatan RI menerima 2 laporan kasus campak dari Australia. Yang terbaru dilaporkan menulari anak-anak.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Kementerian Kesehatan RI menerima 2 laporan kasus campak dari Australia.
Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.
Baca juga: Kasus Campak di Australia, Rute Perjalanan Pasien, Dari Bandung ke Jakarta Lalu Terdeteksi di Perth
Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), dr Andi Saguni menjelaskan, pemberitahuan itu melalui notifikasi resmi yaitu International Health Regulation (IHR) dari Otoritas Kesehatan Australia.
"Ada dua kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia," kata Andi dalam video resmi yang diterima Tribunnews.com, Selasa (24/2).
Berikut rincian dua kasus campak di Australia yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia terutama Jakarta:
Kasus Pertama
Kasus pertama merupakan perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012.
Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta-Perth pada tanggal 7-8 Februari 2026.
"Gejala ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth dan hasil PCR dinyatakan positif," jelas dia.
Baca juga: Menkes Waspadai Ancaman Campak Usai Banjir Sumatera, Vaksinasi Digencarkan di Lokasi Pengungsian
Kasus Kedua
Kasus kedua merupakan anak perempuan berusia 6 tahun, tidak ada riwayat imunisasi campak.
Melakukan perjalanan menggunakan Garuda Indonesia rute Jakarta-Sydney pada tanggal 17 Februari 2026.
Gejala berupa demam, batuk, pilek muncul pada tanggal 11 Februari dan hasil PCR dinyatakan positif pada tanggal 18 Februari.
"Tidak ada kematian terhadap dua kasus tersebut," urai Andi.
Kemenkes menegaskan, campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular.
Belum Status KLB Nasional
Baca tanpa iklan