Mengenal aHUS, Penyakit Ginjal Langka yang Bisa Bikin Pasien Cuci Darah Seumur Hidup
aHUS bisa sebabkan gagal ginjal dalam hitungan minggu. Diagnosis cepat jadi kunci cegah pasien cuci darah seumur hidup.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Penyakit ginjal langka seperti atypical hemolytic uremic syndrome (aHUS) dapat merusak fungsi ginjal hanya dalam hitungan minggu
- Tanpa diagnosis cepat, hampir setengah pasien dewasa berisiko mengalami gagal ginjal stadium akhir dan harus cuci darah seumur hidup
- Deteksi dini dan terapi tepat waktu menjadi kunci mencegah kerusakan permanen
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira gagal ginjal terjadi perlahan, bertahun-tahun, akibat diabetes atau hipertensi.
Padahal ada jenis penyakit ginjal langka yang bisa menghancurkan fungsi ginjal hanya dalam hitungan minggu.
Salah satunya penyakit ginjal langka seperti atypical hemolytic uremic syndrome (aHUS)
Penyakit ini, bisa membuat pasien harus cuci darah seumur hidup jika terlambat didiagnosis.
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, mengingatkan bahwa kunci keselamatan pasien ada pada kecepatan diagnosis.
Baca juga: RSUD Cimahi Tetap Layani Pasien Cuci Darah Meski Status BPJS Nonaktif, RS Edukasi untuk Reaktivasi
“Untuk penyakit ini, kalau kita tidak diagnosis secara cepat, delay diagnosis itu akan membawa pasien harus cuci darah seumur hidup. Jadi begitu pentingnya,"ungkapnya dalam sesi edukasi media diselenggarakan AstraZeneca dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jaya, Sabtu (28/2/2026).
Penyakit ginjal langka seperti atypical hemolytic uremic syndrome (aHUS) dapat muncul mendadak dengan kondisi berat.
Pasien sering kali tidak datang langsung ke dokter ginjal, melainkan masuk IGD atau bahkan ICU karena kondisinya sudah gawat.
Gejalanya bukan sekadar gangguan buang air kecil.
Pasien bisa mengalami penurunan hemoglobin, gangguan pembekuan darah (trombosis), serta penurunan fungsi ginjal yang sangat cepat. Dalam satu minggu saja, pasien bisa langsung membutuhkan dialisis.
Data menunjukkan dampaknya tidak main-main.
“Nah ini 46 persen pasien dewasa akan mengalami gagal ginjal stadium akhir. Kalau tidak diterapi dengan cepat, sehingga perlu cuci darah,"imbuhnya.
Artinya, hampir setengah pasien dewasa berisiko masuk tahap gagal ginjal permanen jika terlambat ditangani.
Cuci darah bukan hanya prosedur medis, tetapi perubahan besar dalam hidup.
Baca tanpa iklan