Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengenal aHUS, Penyakit Ginjal Langka yang Bisa Bikin Pasien Cuci Darah Seumur Hidup

aHUS bisa sebabkan gagal ginjal dalam hitungan minggu. Diagnosis cepat jadi kunci cegah pasien cuci darah seumur hidup.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Mengenal aHUS, Penyakit Ginjal Langka yang Bisa Bikin Pasien Cuci Darah Seumur Hidup
dok Tribun Jogja
ILUSTRASI CUCI DARAH - Penyakit ginjal langka seperti atypical hemolytic uremic syndrome (aHUS) bisa membuat pasien harus cuci darah seumur hidup jika terlambat didiagnosis 

Ringkasan Berita:
  • Penyakit ginjal langka seperti atypical hemolytic uremic syndrome (aHUS) dapat merusak fungsi ginjal hanya dalam hitungan minggu 
  • Tanpa diagnosis cepat, hampir setengah pasien dewasa berisiko mengalami gagal ginjal stadium akhir dan harus cuci darah seumur hidup 
  • Deteksi dini dan terapi tepat waktu menjadi kunci mencegah kerusakan permanen

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira gagal ginjal terjadi perlahan, bertahun-tahun, akibat diabetes atau hipertensi. 

Padahal ada jenis penyakit ginjal langka yang bisa menghancurkan fungsi ginjal hanya dalam hitungan minggu.

Salah satunya penyakit ginjal langka seperti atypical hemolytic uremic syndrome (aHUS) 

Penyakit ini, bisa membuat pasien harus cuci darah seumur hidup jika terlambat didiagnosis.

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, mengingatkan bahwa kunci keselamatan pasien ada pada kecepatan diagnosis.

Baca juga: RSUD Cimahi Tetap Layani Pasien Cuci Darah Meski Status BPJS Nonaktif, RS Edukasi untuk Reaktivasi

Rekomendasi Untuk Anda

“Untuk penyakit ini, kalau kita tidak diagnosis secara cepat, delay diagnosis itu akan membawa pasien harus cuci darah seumur hidup. Jadi begitu pentingnya,"ungkapnya dalam sesi edukasi media diselenggarakan AstraZeneca dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jaya, Sabtu (28/2/2026). 

Penyakit ginjal langka seperti atypical hemolytic uremic syndrome (aHUS) dapat muncul mendadak dengan kondisi berat. 

Pasien sering kali tidak datang langsung ke dokter ginjal, melainkan masuk IGD atau bahkan ICU karena kondisinya sudah gawat.

Gejalanya bukan sekadar gangguan buang air kecil. 

Pasien bisa mengalami penurunan hemoglobin, gangguan pembekuan darah (trombosis), serta penurunan fungsi ginjal yang sangat cepat. Dalam satu minggu saja, pasien bisa langsung membutuhkan dialisis.

Data menunjukkan dampaknya tidak main-main.

“Nah ini 46 persen pasien dewasa akan mengalami gagal ginjal stadium akhir. Kalau tidak diterapi dengan cepat, sehingga perlu cuci darah,"imbuhnya. 

Artinya, hampir setengah pasien dewasa berisiko masuk tahap gagal ginjal permanen jika terlambat ditangani.

Cuci darah bukan hanya prosedur medis, tetapi perubahan besar dalam hidup. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas