Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kenali Perjalanan Campak dari Awalnya Batuk Pilek hingga Komplikasi yang Berujung Kematian

Campak bukan sekadar penyakit infeksi biasa yang ditandai dengan ruam merah pada kulit tapi bisa berkembang jadi komplikasi berujung kematian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi telinga, Pneumonia (radang paru), Ensefalitis (radang otak).

Dua komplikasi Pneumonia dan ensefalitis, menjadi penyebab kematian paling umum.

“1 dari 20 anak campak yang mengalami komplikasi pneumonia bisa menyebabkan kematian. Dan 1 dari 1000 anak yang terkena campak akan menderita radang otak. Sementara  1 dari 1.000 anak dengan campak dapat meninggal dunia,” tutur dia.

Prof Hinky juga membeberkan, salah satu komplikasi paling serius dari campak adalah Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), yaitu gangguan otak progresif.

Komplikasi ini muncul 7–10 tahun setelah infeksi campak. Ditandai dengan penurunan kesadaran, gangguan berjalan, kelumpuhan dan berujung kematian.

Biasanya risiko ini terjadi pada anak-anak yang terinfeksi campak pada umur kurang dari 2 tahun.

Risiko SSPE lebih tinggi pada anak yang terkena campak sebelum usia 2 tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Campak juga berbahaya bagi ibu hamil, karena dapat menyebabkan kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah

Jadwal Vaksinasi Campak

VAKSIN CAMPAK (MR) - Seorang dokter yang ditemui di sebuah klinik di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026) sedang bersiap memberikan imunisasi campak pada seorang bayi berusia 18 bulan.
VAKSIN CAMPAK (MR) - Seorang dokter yang ditemui di sebuah klinik di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026) sedang bersiap memberikan imunisasi campak pada seorang bayi berusia 18 bulan. (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Mengutip Kementerian Kesehatan, jadwal vaksin campak anak yang kini umumnya menggunakan vaksin MR (Measles-Rubella), wajib diberikan dalam tiga tahap untuk perlindungan optimal.

Pertama, pada usia 9 bulan (dosis primer).

Kemudian pada 18 bulan (booster).

Lalu vaksinasi dilanjutkan pada kelas 1 SD/sederajat (sekitar 5-7 tahun) melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas