Sering Lihat 'Benang Terbang' di Mata? Ini Penjelasan Lengkap Dokter
Meski sering dianggap normal, ada kondisi tertentu di mana floaters harus segera diperiksakan ke dokter.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Keluhan sederhana pada mata sering kali diremehkan, padahal bisa menjadi tanda awal masalah yang lebih serius
- Salah satunya floaters. Keluhan tersebut biasanya terlihat saat seseorang menatap langit cerah atau ruangan terang. Bentuknya bisa berupa titik, garis, atau seperti benang yang bergerak mengikuti arah pandangan mata
- Meski sering dianggap normal, ada kondisi tertentu di mana floaters harus segera diperiksakan ke dokter
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernah merasa melihat seperti ada benang atau titik hitam yang “terbang-terbang” di depan mata? Banyak orang menganggapnya sepele, bahkan sering diabaikan.
Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal penting dari kesehatan mata. Fenomena ini dikenal sebagai floaters.
Dokter spesialis mata, dr. Dearaini, Sp.M, dari Eka Hospital Permata Hijau mengingatkan bahwa keluhan sederhana pada mata sering kali diremehkan, padahal bisa menjadi tanda awal masalah yang lebih serius.
“Walaupun mata itu organ yang kecil, keluhan-keluhan di mata itu sebenarnya sepele, dan sering di underestimate gitu. Padahal itu menunjukkan tanda-tanda bahaya yang memang memerlukan kita dokter mata untuk melakukan pemeriksaan secara langsung," ungkapnya dalam acara Media Meet-Up di Mewatu Coffee, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Dukung Kesehatan Mata di Indonesia, Perusahaan Jamu Ini Terima Penghargaan dari Perdami
Floaters biasanya terlihat saat seseorang menatap langit cerah atau ruangan terang. Bentuknya bisa berupa titik, garis, atau seperti benang yang bergerak mengikuti arah pandangan mata.
Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan pada bagian dalam bola mata, tepatnya pada cairan gel yang disebut vitreus.
“Jadi floaters itu sebenarnya adalah suatu gumpalan di dalam bola mata kita. Dia tuh kayak lebih kental kayak gel sifatnya, seiring bertambahnya usia, terbentuk kayak semacam clumping atau gumpalan-gumpalan," imbuhnya
Gumpalan inilah yang kemudian terlihat sebagai bayangan mengambang di lapang pandang.
Tidak Berbahaya, Tapi Sangat Mengganggu
Secara umum, floaters bukanlah kondisi yang berbahaya, terutama jika jumlahnya sedikit. Namun, kehadirannya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Banyak orang merasa penglihatannya tidak lagi “jernih” karena adanya bayangan yang terus bergerak.
Meski demikian, dalam banyak kasus, tubuh sebenarnya bisa beradaptasi dengan kondisi ini. Bahkan, seiring waktu, floaters bisa terasa “menghilang” karena otak mulai mengabaikannya.
Floaters lebih sering dialami oleh orang dengan usia di atas 50 tahun. Hal ini terjadi karena proses penuaan yang menyebabkan perubahan pada konsistensi gel mata.
Namun, bukan berarti anak muda bebas dari risiko.
Beberapa kondisi juga dapat memicu munculnya floaters lebih cepat, seperti:
- Rabun jauh (minus tinggi)
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Cedera pada mata
Baca tanpa iklan