Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

10 Tanda Depresi Fungsional Tinggi yang Sering Tidak Disadari

Depresi fungsional tinggi membuat seseorang tampak sukses dan produktif meski mengalami tekanan emosional internal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in 10 Tanda Depresi Fungsional Tinggi yang Sering Tidak Disadari
Pexels
KESEHATAN MENTAL - Ilustrasi depresi diambil dari situs bebas royalti Pexels. 

Solusi cepat seperti mengecek media sosial bisa menjadi salah satu tanda halus.

“Validasi eksternal dapat berfungsi untuk meningkatkan dopamin melalui perhatian dan pengakuan positif sekaligus mengalihkan seseorang dari pemicu depresinya.”

Ia menambahkan bahwa pola ini semakin sulit dikenali di dunia modern.

“Karena budaya Barat mengagungkan produktivitas dan hasil, kompensasi berlebihan dalam proses ini sering kali justru dihargai.”

5. Anda semakin bergantung pada pelarian tertentu

Orang dengan depresi fungsional tinggi mungkin mencoba mengimbangi perasaan sulit dengan aktivitas lain yang memicu dopamin, kata Carol Landau, profesor emeritus psikiatri dan perilaku manusia di Brown University.

Bentuknya bisa berupa penggunaan zat, makan emosional, atau bermain video game lebih lama dari biasanya.

“Jika Anda merasa sedih, kesepian, atau tidak seperti biasanya, Anda mungkin mulai minum alkohol lebih sering untuk menutupinya,” kata Landau. Bentuk pengobatan diri seperti ini bermasalah karena dapat menambah persoalan baru. Selain bersifat adiktif, alkohol dan obat-obatan juga dapat memperburuk gejala depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.

6. Anda lebih peduli pada orang lain dibanding diri sendiri

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagian orang dengan depresi fungsional tinggi memberikan perhatian dan dukungan kepada orang lain seperti yang sebenarnya mereka butuhkan untuk diri sendiri.

“Pola pikir yang umum adalah: ‘Saya akan memberi kepada orang lain apa yang saya tidak punya dalam hidup saya, dan semoga seseorang melakukan hal yang sama untuk saya,’” kata Dr. Ramas.

Menurut penelitian Cureus, merawat orang lain juga bisa menjadi cara mengalihkan diri dari emosi negatif.

Apa pun gejalanya, Dr. Ramas mengatakan tema umumnya adalah ketidaksesuaian antara perilaku luar seseorang dan pengalaman batinnya, sering kali akibat kompensasi berlebihan terhadap perjuangan internal.

7. Pola tidur Anda berubah

Gangguan tidur seperti insomnia sering diabaikan, kata Dr. Ramas. Namun, baik sulit tidur, tidur lebih banyak dari biasanya, maupun tidur gelisah bisa menjadi tanda depresi dan memperburuk gejala lainnya.

“Tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan mental yang baik,” tegas Carol Landau, PhD, profesor emeritus bidang psikiatri & perilaku manusia dan kedokteran di Universitas Brown.

8. Anda merasa cemas atau mati rasa secara emosional

Penelitian Cureus menjelaskan bahwa banyak orang dengan dugaan depresi fungsional tinggi mungkin tidak menyadari gejala klasik depresi seperti kesedihan, tetapi melaporkan merasa lelah atau mati rasa secara emosional.

Hal ini bisa terkait dengan emosi lain yang juga berhubungan dengan depresi: kecemasan. Kecemasan tidak selalu berupa rasa takut; bisa muncul sebagai kegelisahan mental, kebingungan, mati rasa emosional, atau perasaan tidak nyaman terus-menerus di perut. Iritabilitas juga menjadi gejala umum, tambah Landau.

9. Anda memiliki masalah kesehatan lain

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas