Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

10 Tanda Depresi Fungsional Tinggi yang Sering Tidak Disadari

Depresi fungsional tinggi membuat seseorang tampak sukses dan produktif meski mengalami tekanan emosional internal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in 10 Tanda Depresi Fungsional Tinggi yang Sering Tidak Disadari
Pexels
KESEHATAN MENTAL - Ilustrasi depresi diambil dari situs bebas royalti Pexels. 

Ringkasan Berita:
  • Depresi fungsional tinggi membuat seseorang tampak sukses dan produktif meski mengalami tekanan emosional internal. 
  • Gejalanya bisa berupa menarik diri dari sosial, terlalu sibuk, gangguan tidur, hingga mencari validasi eksternal.
  • Karena sulit dikenali, banyak penderita baru mencari bantuan saat kondisi sudah memburuk.

TRIBUNNEWS.COM - Tidak semua depresi terlihat jelas lewat kesedihan atau hilangnya semangat.

Sebagian orang justru tetap tampak sukses, produktif, dan aktif bersosialisasi, meski diam-diam berjuang dengan tekanan emosional yang berat.

Kondisi ini dikenal sebagai high-functioning depression atau depresi fungsional tinggi.

Berikut 10 tanda depresi fungsional tinggi seperti dilansir The Healthy.

1. Anda mulai menolak undangan sosial

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cureus menunjukkan bahwa perasaan yang disebut anhedonia merupakan gejala inti dan sering kali “tersembunyi” dari depresi fungsional tinggi (high-functioning depression).

Menurut Cleveland Clinic, anhedonia adalah kurangnya minat, kesenangan, atau kenikmatan terhadap pengalaman hidup.

Rekomendasi Untuk Anda

Perubahan dalam aktivitas sosial bisa menjadi salah satu tanda peringatan paling awal.

 Orang dengan depresi fungsional tinggi masih tetap bekerja dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi mulai menghindari aktivitas sosial yang berorientasi pada kesenangan.

Baca juga: Sisi Lain Operasi Bariatrik, Waspadai Risiko Depresi dan Pentingnya Pendampingan Psikologis

2. Atau, Anda justru membuat jadwal terlalu padat

Sementara sebagian orang menarik diri, yang lain mengatasi kondisi ini dengan terus menyibukkan diri, menurut penelitian Cureus.

Marie-Elizabeth Ramas, MD, FAAFP, seorang dokter spesialis kedokteran keluarga yang tergabung dalam American Academy of Family Physicians dan berbasis di New Hampshire, menjelaskan bahwa ini adalah bentuk masking, yaitu mekanisme pertahanan psikologis untuk mengalihkan perhatian dari pergulatan batin dengan menyalurkan emosi negatif ke aktivitas produktif yang diterima secara sosial.

“Bentuk masking bisa berupa menambah terlalu banyak beban pekerjaan atau justru menjadi sangat sosial,” jelasnya. Hal ini sulit dikenali karena individu tampak sukses, mudah bergaul, dan seimbang.

3. Anda sukses dan berkepribadian tipe A

Paradoks depresi fungsional tinggi adalah seseorang bisa sangat unggul di pekerjaan, rumah, atau aktivitas seperti relawan, kata Dr. Ramas.

Validasi eksternal dari pencapaian berlebihan dapat menciptakan lingkaran yang tidak sehat.

Perfeksionisme juga bisa menjadi mekanisme coping. Dorongan untuk selalu unggul ini membuat depresi fungsional tinggi lebih sulit dikenali, baik oleh diri sendiri maupun orang lain, karena terlihat seperti ambisi dan bahkan sering dipuji.

4. Anda terus mengecek jumlah like

Efek samping depresi dapat berupa mencari kebiasaan yang memberi dorongan dopamin instan, hormon penghargaan tubuh, jelas Dr. Ramas.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas