Hantavirus Mulai Menyebar, Perlukah Kita Khawatir? Ini Penjelasannya
Hantavirus belakangan ini menyedot perhatian banyak orang, terutama di Indonesia. Perlukah kita khawatir dengan hantavirus?
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Para ahli menekankan penularan antarmanusia pada hantavirus masih dianggap sangat langka dan tidak semudah penyebaran flu atau campak.
Hingga detik ini, belum ada vaksin atau obat khusus untuk mematikan hantavirus.
Pasien yang terinfeksi harus menjalani perawatan intensif untuk mendapatkan bantuan oksigen dan pemantauan fungsi organ.
Tingkat kematian yang bisa mencapai 40 persen pada varian tertentu menjadikannya salah satu penyakit paling mematikan jika tidak ditangani sejak dini.
Pencegahan dan Pengendalian
Mengutip laman WHO, pencegahan infeksi hantavirus terutama bergantung pada pengurangan kontak antara manusia dan hewan pengerat.
Baca juga: BREAKING NEWS: Hantavirus Terdeteksi Muncul di Indonesia, 2 Kasus Suspek di Jakarta & Yogya
Langkah-langkah efektif meliputi:
- Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja.
- Menutup celah yang memungkinkan hewan pengerat masuk ke dalam bangunan.
- Menyimpan makanan dengan aman.
- Menggunakan praktik pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi oleh hewan pengerat.
- Menghindari menyapu kering atau menyedot kotoran tikus dengan penyedot debu.
- Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan.
- Memperkuat praktik kebersihan tangan.
Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa risiko penularan hantavirus terkait perawatan kesehatan, termasuk virus Andes, sangat rendah jika tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat diterapkan.
Di lingkungan perawatan kesehatan, tindakan pencegahan standar harus diterapkan untuk semua pasien, termasuk kebersihan tangan, pembersihan lingkungan, dan penanganan darah dan cairan tubuh yang aman.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan