Penyebab Nyamuk Pilih-pilih Gigit Orang Menurut Hasil Penelitian
Para ilmuwan menegaskan golongan darah, warna kulit, mata, atau rambut belum terbukti memengaruhi pilihan nyamuk.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan berita
- Nyamuk ternyata memang cenderung memilih orang tertentu untuk digigit.
- Menurut ahli entomologi, nyamuk betina tertarik pada kombinasi karbon dioksida, panas tubuh, dan bau tubuh yang dipengaruhi mikrobiota kulit.
- Penelitian menunjukkan senyawa tertentu dari kulit, termasuk hasil penguraian sebum, membuat sebagian orang lebih menarik bagi nyamuk.
- Para ilmuwan menegaskan golongan darah, warna kulit, mata, atau rambut belum terbukti memengaruhi pilihan nyamuk.
- Sebaliknya, konsumsi alkohol seperti bir justru dapat meningkatkan daya tarik seseorang karena menaikkan suhu tubuh, karbon dioksida, dan mengubah aroma kulit.
- Untuk mengurangi risiko gigitan, disarankan memakai pakaian tertutup, menggunakan obat antinyamuk, memasang kelambu, serta mengurangi konsumsi alkohol.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernahkah merasa cuma Anda yang digigit nyamuk sementara orang lain diabaikan?
Para ilmuwan meneliti hal ini.
“Ini bukan kesalahpahaman, nyamuk lebih tertarik pada sebagian orang daripada yang lain,” kata Dr. Frederic Simard dari Institut Penelitian untuk Pembangunan Prancis, dikutip dari AFP, Selasa (12/5/2026).
“Namun kita tidak selalu menjadi magnet (nyamuk) sepanjang waktu,” tambah ahli entomologi medis itu.
Berbagai isyarat sensorik dapat menyebabkan nyamuk memilih seeorang, terutama bau dan panas yang dikeluarkan tubuh kita serta karbon dioksida yang kita hembuskan.
Nyamuk betina, yang merupakan satu-satunya nyamuk yang menggigit, mendeteksi sinyal-sinyal ini dengan reseptor yang sangat peka sebelum memilih targetnya sesuai dengan sinyal tersebut.
“Kita telah mengetahui selama lebih dari 100 tahun bahwa nyamuk tertarik oleh karbon dioksida yang kita hembuskan. Ini adalah sinyal pertama yang memicu perilaku mereka ketika mereka berada puluhan meter jauhnya," kata ilmuwan Swedia Rickard Ignell kepada AFP.
Dalam jarak sekitar 10 meter, nyamuk mulai mendeteksi bau manusia, yang jika dikombinasikan dengan karbon dioksida akan semakin menarik perhatian mereka.
Golongan darah tidak berpengaruh
Beberapa teori populer mengenai hal ini tidak berdasar.
"Gagasan bahwa nyamuk lebih menyukai golongan darah tertentu tidak memiliki dasar ilmiah," kata Dr. Simard.
“Memang ada beberapa penelitian tetapi hanya melibatkan sedikit orang,” katanya.
“Dan itu tidak terkait dengan warna kulit, mata, atau rambut,” tambahnya.
Di sisi lain, bau yang ditimbulkan seseorang sangatlah penting bagi nyamuk untuk mendekat.
Baca tanpa iklan