Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

VIDEO EKSKLUSIF Yani Panigoro: Kader Penyembuh TBC Bergerak Pakai Hati Meski Ekonomi Pas-pasan

“Betapa kader itu mulia hatinya. Walaupun secara ekonomi mungkin mereka kurang, tapi mau bergerak pakai hati”

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin

Selain pengobatan, Yani mengingatkan pentingnya pencegahan sederhana untuk mengurangi penularan TBC, seperti memakai masker hingga menjaga sirkulasi udara rumah.

“Kalau penderita pakai masker, penularan bisa dicegah. Bakteri TB juga bisa mati kalau kena sinar matahari,” ujarnya.

Di usia ke-58 tahun, PPTI terus melakukan edukasi ke masyarakat melalui kader, sekolah, kampus, hingga media sosial agar semakin banyak orang sadar bahwa TBC bisa disembuhkan jika ditangani dengan disiplin.

“Jangan pernah lelah membantu. TB bisa sembuh asal konsisten berobat,” kata Yani.

Strategi TOSS

Yani menekankan pentingnya peran kader di tingkat akar rumput untuk mendeteksi penderita TBC.

PPTI mengandalkan strategi ‘TOSS’ yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh, yang diadopsi dari program Kementerian Kesehatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Yani menyebut, garda terdepan dari program ini bukanlah dokter, melainkan para ibu rumah tangga yang menjadi relawan atau kader.

"Siapa yang menemukan penderita? Apakah saya yang door-to-door? Ya kapan saya tidurnya kalau begitu. Maka dari itu, kita punya banyak kader. Ibu-ibu biasa yang terpanggil hatinya untuk mencari orang-orang yang suspect TBC," kata Yani.

Tugas para kader ini tergolong berat dan membutuhkan ketelatenan tinggi.

Setelah menemukan warga yang diduga menderita TBC, mereka membawanya ke Puskesmas.

Jika terbukti positif, penderita harus menjalani pengobatan selama enam bulan berturut-turut tanpa boleh terputus satu hari pun.

"Kasih obat itu satu hal, tapi memastikan mereka minum obat setiap hari selama enam bulan itu tidak gampang. Di sinilah peran kader untuk mendampingi dan mengingatkan supaya disiplin. Kalau tidak tuntas, justru bisa menularkan ke yang lain," urai Yani.

Hingga saat ini, PPTI telah merambah ke 14 wilayah provinsi dengan 64 cabang tingkat kota dan 120 anak ranting.

Yani menekankan, edukasi yang dilakukan kader sangat krusial karena banyak penderita yang tidak menyadari dirinya sakit atau menganggap remeh gejala batuk.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas