Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Gejala Gagal Jantung Kerap Disangka Maag dan Kelelahan, Dokter Minta Waspada

Gejala gagal jantung sering disangka maag dan kecapekan. Dokter ungkap tanda bahaya yang kerap diabaikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gejala Gagal Jantung Kerap Disangka Maag dan Kelelahan, Dokter Minta Waspada
Pexels/Los Muertos Crew
ILUSTRASI GAGAL JANTUNG - Seorang pasien menjalani pemeriksaan jantung di fasilitas layanan kesehatan usai mengalami keluhan cepat lelah, sesak, dan sulit tidur datar. Dokter mengingatkan gejala yang sering disangka maag atau kecapekan biasa itu bisa menjadi tanda awal gagal jantung. 

Sementara kondisi kuning ditandai sesak mulai muncul, berat badan meningkat akibat penumpukan cairan, atau urine mulai berkurang.

Adapun kondisi hijau menunjukkan terapi berjalan baik dan pasien masih dapat beraktivitas normal.

“Berat badan stabil dok, saya makan enak, tidur enak, bantal satu, itu udah hijau, sesuai dengan tujuan terapi kita,” ujar Dian.

Bisa Muncul Mendadak

Selain berkembang perlahan, gangguan ini juga dapat muncul tiba-tiba akibat infeksi virus atau gangguan akut lain yang memicu radang otot jantung.

“Jadi tergantung, jadi progresif bisa, akut atau mendadak juga bisa,” kata Dian.

Ia mencontohkan pasien yang awalnya hanya mengalami gejala menyerupai flu biasa, tetapi ternyata mengalami infeksi virus yang memicu kerusakan serius pada jantung.

“Ada pencetus tertentu, pasiennya ternyata ada infeksi virus misalnya, infeksi virus kemudian menyebabkan radang jantung mendadak gagal jantung,” ujarnya.

Banyak Pasien Stop Obat Sendiri

Rekomendasi Untuk Anda

Selain keterlambatan deteksi, kepatuhan minum obat juga masih menjadi tantangan besar dalam penanganan pasien.

Menurut Dian, banyak pasien menghentikan pengobatan sendiri setelah merasa kondisi tubuh membaik.

“Pasien akan merasa baik, merasa enak, bisa berkembali ke masyarakat. Tetapi tidak bisa dihentikan obatnya,” katanya.

Padahal penghentian terapi secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko komplikasi berat hingga kematian mendadak.

“Meninggal mendadak adalah risiko tertinggi pada pasien gagal jantung,” ujar Dian.

Ia menegaskan pengobatan bersifat jangka panjang layaknya diabetes dan hipertensi sehingga pasien perlu disiplin menjalani terapi.

“Obat-obat ini adalah obat yang sangat penting yang menjaga pasien,” katanya.

Baca juga: Gagal Jantung dan Serangan Jantung Apakah Sama? Berikut Penjelasan Dokter

Berat Badan Naik Cepat Jangan Diabaikan

Dian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kenaikan berat badan mendadak, terutama bila disertai sesak napas atau tubuh terasa tidak nyaman.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas