Gejala Gagal Jantung Kerap Disangka Maag dan Kelelahan, Dokter Minta Waspada
Gejala gagal jantung sering disangka maag dan kecapekan. Dokter ungkap tanda bahaya yang kerap diabaikan.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Acos Abdul Qodir
Sementara kondisi kuning ditandai sesak mulai muncul, berat badan meningkat akibat penumpukan cairan, atau urine mulai berkurang.
Adapun kondisi hijau menunjukkan terapi berjalan baik dan pasien masih dapat beraktivitas normal.
“Berat badan stabil dok, saya makan enak, tidur enak, bantal satu, itu udah hijau, sesuai dengan tujuan terapi kita,” ujar Dian.
Bisa Muncul Mendadak
Selain berkembang perlahan, gangguan ini juga dapat muncul tiba-tiba akibat infeksi virus atau gangguan akut lain yang memicu radang otot jantung.
“Jadi tergantung, jadi progresif bisa, akut atau mendadak juga bisa,” kata Dian.
Ia mencontohkan pasien yang awalnya hanya mengalami gejala menyerupai flu biasa, tetapi ternyata mengalami infeksi virus yang memicu kerusakan serius pada jantung.
“Ada pencetus tertentu, pasiennya ternyata ada infeksi virus misalnya, infeksi virus kemudian menyebabkan radang jantung mendadak gagal jantung,” ujarnya.
Banyak Pasien Stop Obat Sendiri
Selain keterlambatan deteksi, kepatuhan minum obat juga masih menjadi tantangan besar dalam penanganan pasien.
Menurut Dian, banyak pasien menghentikan pengobatan sendiri setelah merasa kondisi tubuh membaik.
“Pasien akan merasa baik, merasa enak, bisa berkembali ke masyarakat. Tetapi tidak bisa dihentikan obatnya,” katanya.
Padahal penghentian terapi secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko komplikasi berat hingga kematian mendadak.
“Meninggal mendadak adalah risiko tertinggi pada pasien gagal jantung,” ujar Dian.
Ia menegaskan pengobatan bersifat jangka panjang layaknya diabetes dan hipertensi sehingga pasien perlu disiplin menjalani terapi.
“Obat-obat ini adalah obat yang sangat penting yang menjaga pasien,” katanya.
Baca juga: Gagal Jantung dan Serangan Jantung Apakah Sama? Berikut Penjelasan Dokter
Berat Badan Naik Cepat Jangan Diabaikan
Dian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kenaikan berat badan mendadak, terutama bila disertai sesak napas atau tubuh terasa tidak nyaman.