Sama-sama Bikin Sakit Perut dan Bisa Kambuh, Ini Perbedaan GERD dan Radang Usus Kronis
Masyarakat sering bingung membedakan GERD dan radang usus kronis. Apalagi keduanya sama-sama bisa kambuh dan dipengaruhi makanan maupun stres.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Masyarakat sering salah kaprah membedakan GERD dan IBD atau radang usus kronis karena sebagian gejalanya memang dapat tumpang tindih
- GERD umumnya memicu rasa panas di dada, nyeri ulu hati, sensasi asam di mulut, hingga mual
- Sedangkan IBD lebih sering menimbulkan diare kronis, BAB berdarah, nyeri perut, hingga penurunan berat badan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak masyarakat menganggap semua keluhan sakit perut, nyeri dada, hingga gangguan pencernaan hanyalah maag atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Padahal, gejala yang terlihat mirip itu bisa saja merupakan tanda penyakit lain yang lebih serius seperti radang usus kronis atau Inflammatory Bowel Disease (IBD).
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi yang memimpin pusat unggulan pencernaan DIVINE Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE mengatakan masyarakat sering salah kaprah membedakan GERD dan IBD karena sebagian gejalanya memang dapat tumpang tindih.
Baca juga: Radang Usus Kronis Bikin Nyeri Sendi, Ini Penjelasan Ahli
“Banyak keluhan yang sama, tapi disebabkan oleh penyakit yang berbeda-beda,” ujar Prof Murdani dalam media briefing di Tebet Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat tidak boleh langsung menyimpulkan penyakit sendiri hanya berdasarkan gejala.
“Keluhan satu hal yang penting. Tapi lebih penting adalah mengkonfirmasikan ke ahlinya, apakah keluhan ini GERD, apakah ada IBD, apakah ada jantung,” katanya.
GERD dan IBD Sama-sama Kronis, Tapi Berbeda Total
Prof Murdani menjelaskan, GERD dan IBD merupakan dua penyakit yang sangat berbeda meski sama-sama menyerang saluran pencernaan.
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Sementara IBD adalah penyakit radang usus kronis yang menyerang saluran cerna.
“IBD ada radang di dalam usus,” jelasnya.
Pada IBD, radang dapat terjadi di usus besar maupun seluruh saluran cerna tergantung jenis penyakitnya.
Karena itu, gejala dan dampaknya juga berbeda.
GERD umumnya memicu rasa panas di dada, nyeri ulu hati, sensasi asam di mulut, hingga mual.
Sedangkan IBD lebih sering menimbulkan diare kronis, BAB berdarah, nyeri perut, hingga penurunan berat badan.