Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sama-sama Bikin Sakit Perut dan Bisa Kambuh, Ini Perbedaan GERD dan Radang Usus Kronis

Masyarakat sering bingung membedakan GERD dan radang usus kronis. Apalagi keduanya sama-sama bisa kambuh dan dipengaruhi makanan maupun stres.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Sama-sama Bikin Sakit Perut dan Bisa Kambuh, Ini Perbedaan GERD dan Radang Usus Kronis
Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id
Organ Penyusun Sistem Pencernaan Manusia 

Namun dalam praktik sehari-hari, masyarakat sering bingung membedakannya. Apalagi keduanya sama-sama bisa kambuh dan dipengaruhi makanan maupun stres.

Nyeri Dada Tidak Selalu GERD

Prof Murdani mengingatkan, masyarakat juga perlu berhati-hati menganggap semua nyeri dada sebagai GERD.

Sebab ada kondisi lain yang gejalanya menyerupai sakit lambung, termasuk penyakit jantung.

“Orang banyak kesalahan kaprah. Seolah-olah nyeri dada atau sakit perut karena GERD bisa mematikan,” katanya.

Menurutnya, yang sebenarnya bisa terjadi adalah keluhan akibat penyakit jantung justru disangka GERD.

“Boleh jadi adalah ada keluhan nyeri perut yang muncul karena penyakit jantung tapi ditafsirkan sebagai GERD,” ujarnya.

Karena itu ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan medis untuk memastikan sumber keluhan.

GERD Ada yang Luka, Ada yang Tidak

Rekomendasi Untuk Anda

Prof Murdani menjelaskan, GERD sendiri terbagi menjadi dua jenis.

Pertama, GERD erosif atau erosive esophagitis, yakni kondisi ketika ada luka atau peradangan nyata di kerongkongan.

Kedua, non erosive reflux disease (NERD), yakni kondisi ketika pasien mengalami gejala GERD tetapi tidak ditemukan luka secara fisik.

“Yang non erosif reflux disease ini sebenarnya gangguan fungsional,” jelasnya.

Pada tipe ini, keluhan sering dipicu sensitivitas tubuh yang tinggi terhadap stres maupun makanan tertentu.

“Stres kerjaan banyak dan belum tercapai, GERD-nya muncul,” katanya.

Meski sering kambuh, GERD jenis ini umumnya tidak berbahaya.

“Umumnya GERD jenis ini enggak membahayakan, enggak bikin komplikasi apa-apa ke depannya,” ujar Prof Murdani.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas