Jangan Anggap Sepele Bintitan Berulang, Dokter Ungkap Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
Namun dokter mata mengingatkan, tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Masyarakat sering menyebut semua benjolan kelopak mata sebagai bintitan.
- Tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.
- Salah satu kondisi yang dapat menyerupai bintitan adalah karsinoma sebasea, yang merupakan jenis kanker kulit langka dan agresif
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir semua orang pernah mengalami bintitan. Kelopak mata terasa nyeri, merah, bengkak, lalu muncul benjolan kecil yang mengganggu aktivitas.
Sebagian besar kasus memang ringan. Namun dokter mata mengingatkan, tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.
Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan, masyarakat sering menyebut semua benjolan kelopak mata sebagai bintitan.
Padahal, secara medis ada beberapa kondisi berbeda.
Ternyata Ada Dua Jenis Bintitan
Menurut dr. Tri, bintitan yang paling sering ditemukan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu hordeolum dan kalazion.
Hordeolum umumnya muncul akibat infeksi pada kelenjar di tepi kelopak mata.
Biasanya terasa nyeri, tampak merah, dan lebih cepat meradang. Sementara kalazion lebih berkaitan dengan penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata.
Benjolan cenderung lebih keras dan tidak selalu terasa sakit.
“Untuk awam iya, dimanapun posisinya disebut bintitan. Mau di tepi kelopak banget atau di atasnya lagi tetap disebutnya bintitan. Tapi sebenarnya ini adalah dua kondisi yang berbeda,” jelas dr. Tri pada media briefing di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Debu dan Aktivitas Outdoor Bisa Memicu Bintitan
Paparan lingkungan disebut ikut meningkatkan risiko. Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan, naik motor, atau terpapar debu lebih rentan mengalami penyumbatan kelenjar di kelopak. Debu dapat memicu penumpukan kotoran.
Baca juga: Sama-Sama Ada Benjolan, Ini Beda Bintitan dengan Tumor Kelopak Mata
Saat saluran tersumbat, infeksi lebih mudah terjadi. Akibatnya muncul pembengkakan dan benjolan.
Pada kasus hordeolum, dokter biasanya memberikan terapi antibiotik dalam bentuk tetes, salep, atau obat minum pada kondisi tertentu.
Sedangkan kalazion lebih sering ditangani dengan kompres hangat dan pijatan ringan di area kelopak.
Waspadai Bila Benjolan Muncul Lagi di Tempat yang Sama
Yang perlu diwaspadai adalah ketika benjolan terus berulang. Terutama bila lokasinya sama dan tidak membaik meski sudah diobati.