Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Jangan Anggap Sepele Bintitan Berulang, Dokter Ungkap Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Namun dokter mata mengingatkan, tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Jangan Anggap Sepele Bintitan Berulang, Dokter Ungkap Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
TIROID MATA - Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah–Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M menjelaskan kondisi thyroid eye disease yang dapat menyebabkan mata tampak melotot, kelopak sulit menutup, hingga penglihatan ganda di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat sering menyebut semua benjolan kelopak mata sebagai bintitan.
  • Tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.
  • Salah satu kondisi yang dapat menyerupai bintitan adalah karsinoma sebasea, yang merupakan jenis kanker kulit langka dan agresif 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir semua orang pernah mengalami bintitan. Kelopak mata terasa nyeri, merah, bengkak, lalu muncul benjolan kecil yang mengganggu aktivitas.

Sebagian besar kasus memang ringan. Namun dokter mata mengingatkan, tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.

Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan, masyarakat sering menyebut semua benjolan kelopak mata sebagai bintitan.

Padahal, secara medis ada beberapa kondisi berbeda.

Ternyata Ada Dua Jenis Bintitan

Menurut dr. Tri, bintitan yang paling sering ditemukan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu hordeolum dan kalazion.

Rekomendasi Untuk Anda

Hordeolum umumnya muncul akibat infeksi pada kelenjar di tepi kelopak mata.

Biasanya terasa nyeri, tampak merah, dan lebih cepat meradang. Sementara kalazion lebih berkaitan dengan penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata.

Benjolan cenderung lebih keras dan tidak selalu terasa sakit.

“Untuk awam iya, dimanapun posisinya disebut bintitan. Mau di tepi kelopak banget atau di atasnya lagi tetap disebutnya bintitan. Tapi sebenarnya ini adalah dua kondisi yang berbeda,” jelas dr. Tri pada media briefing di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). 

Debu dan Aktivitas Outdoor Bisa Memicu Bintitan

Paparan lingkungan disebut ikut meningkatkan risiko. Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan, naik motor, atau terpapar debu lebih rentan mengalami penyumbatan kelenjar di kelopak. Debu dapat memicu penumpukan kotoran.

Baca juga: Sama-Sama Ada Benjolan, Ini Beda Bintitan dengan Tumor Kelopak Mata

Saat saluran tersumbat, infeksi lebih mudah terjadi. Akibatnya muncul pembengkakan dan benjolan.

Pada kasus hordeolum, dokter biasanya memberikan terapi antibiotik dalam bentuk tetes, salep, atau obat minum pada kondisi tertentu.

Sedangkan kalazion lebih sering ditangani dengan kompres hangat dan pijatan ringan di area kelopak.

Waspadai Bila Benjolan Muncul Lagi di Tempat yang Sama

Yang perlu diwaspadai adalah ketika benjolan terus berulang. Terutama bila lokasinya sama dan tidak membaik meski sudah diobati.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas