Jangan Anggap Sepele Bintitan Berulang, Dokter Ungkap Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
Namun dokter mata mengingatkan, tidak semua benjolan di kelopak mata bisa dianggap bintitan biasa. Terutama jika muncul berulang di lokasi yang sama.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Menurut dr. Tri, kondisi itu bisa menjadi tanda bahwa masalahnya bukan lagi sekadar bintitan biasa.
“Sebenarnya tidak, tapi ada beberapa kondisi kelopak mata yang menyerupai bintitan. Terutama pada orang usia muda, bintitan berulang di tempat sama,” katanya.
Dalam kondisi seperti itu, dokter biasanya mempertimbangkan pemeriksaan jaringan untuk memastikan penyebabnya.
Ada Kanker Kelopak Mata yang Mirip Bintitan
Salah satu kondisi yang dapat menyerupai bintitan ialah karsinoma sebasea, yang merupakan jenis kanker kulit langka dan agresif yang bermula dari kelenjar sebasea (kelenjar minyak) di kulit.
Kanker ini paling sering menyerang kelopak mata (sekitar area mata) karena tingginya konsentrasi kelenjar minyak di area tersebut, meskipun bisa terjadi di bagian tubuh lain.
Pada tahap awal, tampilannya sering mirip benjolan biasa. Akibatnya, banyak pasien baru menyadari setelah keluhan terus berulang.
Dr. Tri pernah menangani pasien usia sekitar 30 tahun yang datang dengan keluhan bintitan berulang. Awalnya dioperasi karena dicurigai benjolan biasa.
Namun keluhan kembali muncul di lokasi yang sama. Setelah pemeriksaan lanjutan, ternyata ditemukan keganasan.
Karena itu, benjolan kelopak yang terus kambuh sebaiknya tidak dianggap normal.
Apalagi bila muncul di titik yang sama berulang kali.
“Ketika operasi berikutnya, kita akan melakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk memastikan apakah ini murni bintitan, sel-sel radang, atau ada mengarah ke keganasan,” pungkasnya.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)