Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pria 30-40 Tahun Waspada! Gangguan Ereksi Tanda Awal Penyakit Pembuluh Darah, Berisiko Stroke

Banyak pria menganggap gangguan ereksi hanya berkaitan dengan masalah seksual. Padahal, bisa jadi tubuh mengalami gangguan kesehatan lebih serius.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Pria 30-40 Tahun Waspada! Gangguan Ereksi Tanda Awal Penyakit Pembuluh Darah, Berisiko Stroke
Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id
Pembuluh Darah 
Memuat video…

“Disfungsi ereksi salah satu penyebabnya adalah pembuluh darahnya yang tidak baik,” kata dr. Dyandra.

Bisa Muncul Sebelum Masalah Jantung Terlihat

Menurut dr. Dyandra, pria yang mengalami disfungsi ereksi di usia relatif muda perlu lebih waspada.

Terutama jika kondisi tersebut muncul pada usia 30 hingga 40 tahun.

“Ada penelitian bahwa kalau orang yang punya disfungsi ereksi muda, jadi usia 30-40 tahun, biasanya berkaitan dengan insidensi serangan jantung atau stroke,” ungkapnya.

Hal ini terjadi karena gangguan pembuluh darah kecil dapat menjadi tanda awal bahwa sistem pembuluh darah tubuh tidak optimal.

Karena itu, pria sebaiknya tidak langsung menganggap gangguan ereksi hanya sebagai masalah usia.

“Banyak yang mikir, yaudah lah saya sudah tua, saya sudah nggak pikir soal itu lagi,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat lebih luas.

“Tapi melihatnya itu bukan hanya masalah seksual saja, tapi ini adalah suatu warning bahwa tubuhnya nggak optimal, nggak sehat,” jelas dr. Dyandra.

Usia 40 Tahun Mulai Perhatikan Faktor Risiko

Memasuki usia 40 tahun, pria mulai masuk kelompok yang perlu memperhatikan risiko penyakit kronis.

dr. Dyandra mengatakan pada usia ini berbagai faktor risiko bisa mulai muncul.

“Usia 40 ini biasanya mereka sudah mulai ada penyakit kronisnya, misalkan diabetes, darah tinggi, kolesterol, dan lain-lain,” ujarnya.

Karena itu, pemeriksaan tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan.

Screening diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki faktor risiko yang dapat dicegah sejak awal.

“Dengan faktor risiko, kalau kita ketahui faktor risiko di umur 40 tahun dibanding di umur 50-60 tahun, itu beda prognosisnya,” kata dr. Dyandra.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas