Bekas Garis Kaus Kaki Umumnya Normal, Tapi Waspadai Gejala Ini
Bekas kaus kaki pada pergelangan kaki umumnya disebabkan oleh duduk atau berdiri terlalu lama, dehidrasi, atau kaus kaki yang terlalu ketat.
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Bekas kaus kaki pada pergelangan kaki umumnya disebabkan oleh duduk atau berdiri terlalu lama, dehidrasi, atau kaus kaki yang terlalu ketat.
- Dokter mengingatkan agar mewaspadai bekas kaus kaki yang disertai pembengkakan, varises, perubahan warna kulit, atau hanya terjadi pada satu kaki.
- Gejala tersebut dapat mengindikasikan gangguan pembuluh darah atau kondisi kesehatan lain yang memerlukan pemeriksaan medis.
TRIBUNNEWS.COM - Bekas garis kaus kaki yang muncul di pergelangan kaki atau betis setelah digunakan seharian adalah hal yang umum.
Banyak orang tidak terlalu memikirkannya, tetapi garis-garis yang tampak sepele ini sebenarnya dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan seseorang.
Meski dalam banyak kasus bekas kaus kaki tidak perlu dikhawatirkan, tanda tersebut tetap layak diperhatikan, terutama jika disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Mengutip huffpost.com, berikut penjelasan para dokter mengenai kapan bekas kaus kaki bisa menjadi tanda masalah kesehatan dan kapan hal tersebut masih tergolong normal.
Bekas Kaus Kaki Umumnya Normal
Jika Anda melihat lekukan pada pergelangan kaki atau kaki setelah melepas kaus kaki, tidak perlu langsung panik, kata Dr. Katherine Teter, ahli bedah vaskular dari Hackensack University Medical Center, New Jersey.
Menurut Teter, kondisi ini sangat umum terjadi, terutama pada orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berdiri atau duduk dalam waktu lama.
"Sebagian besar dari kita memiliki pekerjaan yang membuat kita duduk atau berdiri sepanjang hari. Darah cenderung berkumpul di kaki, sehingga kondisi ini cukup masuk akal," kata Dr. Brintha Vasagar, dokter keluarga dari Wisconsin.
Jika Anda tidak banyak duduk atau berdiri sepanjang hari, bekas garis tersebut mungkin disebabkan oleh hal yang sederhana, yakni kaus kaki yang terlalu ketat.
Selain itu, dehidrasi juga bisa menjadi penyebab umum.
"Saat tubuh kekurangan cairan, cairan tubuh dapat berkumpul di kaki sehingga menyebabkan pembengkakan ringan dan meninggalkan bekas kaus kaki," ujar Vasagar.
Hal serupa juga dapat terjadi setelah mengonsumsi makanan tinggi garam. Sama seperti jari tangan yang bisa membengkak setelah makan makanan asin, kaki juga dapat mengalami pembengkakan ringan yang kemudian meninggalkan bekas kaus kaki.
Baca juga: Pagi atau Malam, Kapan Sebaiknya Mengonsumsi Vitamin D?
Kapan Bekas Kaus Kaki Perlu Diwaspadai?
Bagi kebanyakan orang, bekas kaus kaki bukanlah masalah kesehatan. Namun, kondisi ini dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan jika disertai gejala lain.
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan pada kaki yang terjadi meski tidak mengenakan kaus kaki. Jika hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Menurut Teter, tanda lain yang patut diperhatikan meliputi:
- Perubahan warna kulit (hiperpigmentasi) di sekitar pergelangan kaki.
- Varises yang besar dan menonjol.
- Rasa berat pada kaki.
- Nyeri atau pegal setelah berdiri lama.
- Kelelahan pada kaki yang membaik setelah kaki diangkat lebih tinggi.