Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diusir Dari Huntara, Nenek Korban Bencana di Kota Palu Terpaksa Bangun Rumah Sendiri

"Kita ini betul-betul tidak ada apa-apa, kenapa malah orang yang berkecukupan justru dapat huntara," tambahnya.

Diusir Dari Huntara, Nenek Korban Bencana di Kota Palu Terpaksa Bangun Rumah Sendiri
Instagram.com/soalpalu
Masjid darurat untuk korban gempa Palu yang dibangun oleh negara Swiss 

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Hanya air mata yang mewakili kekecewaan Hasna Kamaru ketika ikut dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Palu, Senin (15/7/2019) kemarin.

Ia mengaku diusir dari hunian sementara (Huntara) yang dibangun Kompas di Jl Asam 3, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi.

Padahal, mereka tinggal di hunian tersebut berdasarkan arahan dari Lurah Kabonena.

Karena lokasi dibangunnya huntara tersebut merupakan wilayah pemerintahan Lurah Kabonena.

"Nama kita dicap oleh Lurah Kabonena, untuk dipasang di pintu huntara itu," kata Hasna.

Namun ternyata, tinggalnya warga Kelurahan Balaroa di huntara itu mendapat penolakan dari Camat Palu Barat, Kapau Bauwo.

Menurutnya, bahwa hunian sementara tersebut hanya diperuntukkan bagi warga Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat dan sebagian warga Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi.

Halaman selanjutnya

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas