Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Gamelan Sekati yang Ditabuh Selama 7 Hari pada Perayaan Sekaten

Gamelan Sekati adalah seperangkat gamelan yang ditabuh saat perayaan Sekaten. Gamelan Sekati akan ditabuh selama tujuh hari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rica Agustina
zoom-in Mengenal Gamelan Sekati yang Ditabuh Selama 7 Hari pada Perayaan Sekaten
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Gamelan. 

Tradisi ini hanya ditemukan di Sekatenan Surakarta.

Tradisi nginang atau mengunyah kinang yang terdiri dari lima unsur, yaitu daun sirih, injet, gambir, tembakau dan bunga kantil.

Nginang dilakukan karena dipercaya agar mendapatkan rahmat dari Tuhan berupa panjang umur.

Pecut menjadi mainan khas yang dijual saat Sekaten di kompleks Masjid Agung Keraton Surakarta.

Pecut yang biasanya dipakai untuk mengembala hewan ternak, dipercaya mempunyai makna akan memberi dorongan atau penggerak semangat.

Selain Nginang dan Pecut, ciri khas Sekaten Surakarta yakni Telur Asin.

Telur asin yang terbuat dari telur bebek dalam bahasa Jawa diartikan endhog amal, artinya manusia itu yang penting adalah amalnya.

Rekomendasi Untuk Anda

7. Tahun 2019 Pasar Malam Sekaten di Jogja Ditiadakan

Pasar Malam Perayaan Sekaten (PSMS) yang diadakan pada masa kolonial Belanda pernah ditiadakan.

Baru sekitar 30 tahun yang lalu, pasar malam diadakan lagi.

Namun pada tahun ini Keraton Yogyakarta tidak mengadakan pasar malam Sekaten.

Pasar malam diganti dengan acara Pameran Sekaten dan serangkain tradisi Sekaten.

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas