Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gelar Doktor Honoris Causa untuk Drs. H. Solichin Sebagai Pelestari Wayang

Melalui pendekatan rasional dan kritis, pikiran-pikiran dan pandangan-pandangan moral tersebut dieksplisitkan.

Gelar Doktor Honoris Causa untuk Drs. H. Solichin Sebagai Pelestari Wayang
dok pribadi
Gelar Doktor Honoris Causa untuk Drs. H. Solichin Sebagai Pelestari Wayang 

Gelar kehormatan ini diberikan karena jasa-jasa Solichin dalam pengembangan Filsafat Wayang dan seni budaya pewayangan pada umumnya. Solichin dipandang sebagai sosok budayawan yang gigih dalam organisasi pewayangan, baik di PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) maupun di SENA WANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia).

Di masa kepengurusannya di SENA WANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), wayang mendapat pengakuan dari organisasi kebudayaan dunia Unesco.

Yakni pada 7 November 2003, sebagai karya Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, warisan kebudayaan dunia, karya warisan lisan dan tak benda terkait kemanusiaan, di serahkan di Paris, Prancis.

Nilai-nilai moral dalam wayang sangat penting untuk pendidikan budi pekerti. Melalui pergelaran wayang, kata Solichin, penonton diajak berpikir secara kritis untuk memilih keputusan tindakannya melalui contoh-contoh tingkah laku dalam wayang. Salah satu pesan yang disampaikan wayang, menurutnya, adalah keharusan manusia untuk menciptakan perdamaian.

“Upaya menciptakan perdamaian dunia terus dilakukan. Tetapi perang di muka bumi ini tak kunjung henti. Manusia tidak jera berperang, sementara mewujudkan perdamaian terus diupayakan. Upaya menciptakan perdamaian itu secara simbolis juga dikemukakan dalam wayang,” papar Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 1966 – 1968 ini.

Penganugerahan gelar DHC Doktor Honoris Causa kepada Solichin oleh Fakultas Filsafat ini didukung Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, dengan Promotor Prof. Lasiyo, MA, MM (Fakultas Filsafat UGM).

Selaku Co. Promotor, Prof. Dr Timbul Haryono, M. Sc (Fakultas Ilmu Budaya UGM), Prof. Drs Kuncono, MBSc. Ph. D (Fakultas Psikologi UGM), Prof. R.M. Gunawan Soemodiningrat, M. Ec, Ph.D (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM), Prof. Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin M. Hum, Ph.D of Arts (Fakultas Filsafat UGM).

“Beliau berhasil menjadikan wayang Indonesia diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, dan meyakinkan bahwa kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang adiluhung dan unggul sehingga layak menerima pengakuan internasional,” kata Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya.

Panut berharap, sosok Solichin dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, agar dapat turut berjuang dalam mengembangkan dan melestarikan beragam kebudayaan asli Indonesia lainnya. “Masih banyak kebudayaan asli Indonesia yang patut kita perjuangkan untuk menerima pengakuan di tingkat internasional,” ujarnya.

Acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) ini sebagian dilakukan secara daring yang terkoneksi di dua tempat, di Kampus Universitas Gajahmada Yogyakarta dan di Sekretariat SENA WANGI Jakarta.

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas