Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lagi, Kementan Lepas Ekspor Kacang Hijau Jawa Timur 35 Kontainer ke Cina dan Filipina

Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mendukung pertanian Indonesia dari hulu sampai hilir. Untuk hilir, dukungan terhadap ekspor terus dila

Lagi, Kementan Lepas Ekspor Kacang Hijau Jawa Timur 35 Kontainer ke Cina dan Filipina
Ist
Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP) Kementan, Suwandi melepasan ekspor kacang hijau ke Cina dan Filipina sebanyak 35 kontainer di Kalianak, Surabaya, Jumat (6/9/2019). 

Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mendukung pertanian Indonesia dari hulu sampai hilir. Untuk hilir, dukungan terhadap ekspor terus dilakukan. Demikian juga halnya hari ini bertempat di Kalianak, Surabaya, Jumat (6/9/2019), Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP) Kementan, Suwandi melepasan ekspor kacang hijau ke Cina dan Filipina sebanyak 35 kontainer

Adapun delapan kontainer di antaranya, khusus dikapalkan ke Cina. Eksportirnya kali ini adalah PT Aman Buana Putera.

Suwandi memberikan apresiasi kepada para ekportir, termasuk kepada PT Aman atas dukungannya terhadap produk lokal pertanian Indonesia. Ia menilai kegiatan niaga, termasuk eksportir, mampu mendorong roda perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk terus menggenjot ekspor pangan guna meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

"Contohnya kacang hijau ini. Perputaran uangnya triliunan pertahun, hanya dari Jawa Timur. Secara nasional, melansir data BPS, ekspor kacang hijau Januari sampai Juni 2019 sebesar 3.489 ton terdiri dari bentuk segar 3.378 ton dan olahan 111 ton, naik 53 persen dibanding periode yang sama 2018, yang hanya 1.625 ton," beber Suwandi pada acara pelepasan ekspor jagung tersebut.

Adapun ekspor kacang hijau 2017 sebesar 29.059 ton (segar 28.570 ton dan olahan 490 ton). Pada 2018 menjadi 32.957 ton (segar 32.392 ton dan olahan 565,18 ton), naik 12 % dari tahun 2017.

Suwandi menjelaskan kacang hijau sebagai produk tanaman pangan ini sebagian diperuntukkan untuk konsumsi dalam negeri dan diolah menjadi berbagai variasi penganan, termasuk dari taoge. Lalu, sebagian lagi diperuntukkan untuk ekspor. Umumnya kacang hijau Indonesia dikirim ke Taiwan, Filipina, India, Mesir dan Yaman.

"Saya menantang Aman selaku eksportir untuk bisa memperluas jangkauan ekspornya ke negara-negara tersebut," ucapnya.

Perlu diketahui, hingga saat ini tercatat ada total 17 eksportir kacang hijau dari Indonesia, termasuk PT Aman Buana Putera. Tahun lalu, jelas Suwandi, para ekportir ini mampu mengirim kacang hijau sebanyak 33 ribu ton ke berbagai negara tujuan.

"Total ekspor 2018 tersebut naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Karena itu, kami berharap ekspor 2019 ini juga akan terus meningkat," ungkapnyam

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistio menyambut gembira adanya pelepasan ekspor ini. Pasalnya, karena sebagian produk dihasilkan sendiri oleh petani-petani dari Jawa Timur.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas