Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengawali Bulan Ramadan 1441 H, LPDB-KUMKM Manfaatkan “Silahturahmi Virtual"

Memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H LPDB-KUMKM silahturahmi virtual bersama Direksi dan seluruh karyawan LPDB-KUMKM melalui Zoom.

Mengawali Bulan Ramadan 1441 H, LPDB-KUMKM Manfaatkan “Silahturahmi Virtual
LPDB-KUMKM
Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengadakan silahturahmi virtual bersama Direksi dan seluruh karyawan LPDB-KUMKM melalui Zoom. 

TRIBUNNEWS.COM - Memasuki bulan suci Ramadan 1441 H yang jatuh pada hari Jumat (24/4/2020), Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) memulainya dengan mengadakan silahturahmi virtual bersama Direksi dan seluruh karyawan LPDB-KUMKM melalui aplikasi meeting berbasis digital Zoom.

Membuka pertemuan singkat tersebut, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyampaikan pentingnya 3 (tiga) kata sederhana namun berdampak besar bagi sekitar, yakni “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”.

Ketiga kata sakti tersebut menjadi prinsip hidupnya dalam bersosialisasi dimana pun ia berada, terutama di lingkungan kerja.

”Dasarnya adalah komunikasi yang baik yang menjadikan suasana lingkungan menjadi kondusif, terutama saat perusahaan menghadapi masa-masa sulit,” kata Supomo di hadapan seluruh karyawan yang dijumpai melalui layar komputer di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Supomo juga meminta maaf apabila kondisi pandemi Covid-19 mengakibatkan dirinya selaku Pimpinan tertinggi LPDB-KUMKM, tidak hadir secara fisik di tengah-tengah karyawan.

“Semua peraturan yang dikeluarkan Pemerintah harus kita taati, patuhi. Hal ini dilakukan untuk kebaikan kita semua, terutama demi kebaikan LPDB-KUMKM,” lanjutnya.

Kegiatan “blusukan” ke mitra-mitra LPDB-KUMKM tetap dilakukan, hal ini sebagai upaya jemput bola dan tindakan nyata LPDB-KUMKM di tengah-tengah kesulitan yang dialami masyarakat, terutama dihadapi oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, khususnya koperasi.

Hal tersebut dilakukan atas dasar hanya koperasi yang mampu menopang krisis ekonomi yang menghardik Indonesia saat ini

Krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 1998, 2008 dan 2013 yang lalu menjadi bukti nyata bahwa hanya koperasi yang mampu bertahan di tengah guncangan ekonomi yang sangat berat pada saat itu.

Koperasi menjadi soko guru perekonomian nasional, yang dapat diartikan bahwa koperasi sebagai pilar atau ”tulang punggung” perekonomian.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas