Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pacu Distribusi Logistik. Kemenhub Hadirkan Tol Laut Papua di Kabupaten Nduga

Proses penyaluran logistik melalui tol laut akan dilakukan dengan cara sinergi multimoda.

Pacu Distribusi Logistik. Kemenhub Hadirkan Tol Laut Papua di Kabupaten Nduga
Ditjen Perhubungan Laut
Ditjen Perhubungan Laut membuka pintu distribusi logistik ke Kabupaten Nduga, Papua melalui program Tol Laut. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membuka pintu distribusi logistik ke Kabupaten Nduga, Papu,  melalui program Tol Laut. Proses penyaluran logistik akan dilakukan dengan cara sinergi multimoda.

Sebagai langkah awal, dilakukan kunjungan dan sosialisasi ke Nduga bersama Bupati Nduga, Wentius Nimiangge, Anggota DPR RI Komisi I Yan Mandenas, Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Laus D.C Rumayom, Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laitupa, Kasie Lala & Usaha Pelabuhan KSOP Jayapura, Kemenhub Willem Thobias Fofid, PLN, serta Kominfo dan provider Palapa.

Bupati Nduga, Wentius Nimiangge mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai salah satu rangkaian program percepatan pembangunan di wilayah Nduga yang selama ini belum tersentuh.

"Kondisi masyarakat Nduga sangat memprihatikan dan butuh bantuan segera," kata dia, Kamis (22/4/2021).

Nduga belum tersentuh bantuan karena adanya permasalahan keamanan. Padahal menurutnya, kondisi Nduga saat ini aman sehingga bantuan dan pembangunan sudah dapat dilakukan di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan beberapa hal mendesak yang sangat dibutuhkan masyarakat selain logistik, sembako dan bahan pokok penting lainnya. Yaitu kebutuhan akan rumah untuk sekitar 5000 warga yang mengungsi, fasilitas kesehatan, Rumah Sakit serta jaringan listrik dan internet yang memadai.

"Kami berharap keadaan warga Nduga dapat disuarakan agar diketahui banyak pihak," ujar Wentius.

Anggota DPR RI Komisi I, Yan Mandenas mengatakan telah mendengarkan masukan dari Bupati serta masyarakat dan tokoh adat setempat.

"Banyak hal disampaikan, beberapa hal yang perlu segera adalah membentuk Kodim, jaringan 4G, Rumah Sakit dan rumah untuk pengungsi sebanyak 5000 rumah," ujarnya.

Kasie Lala & Usaha Pelabuhan,KSOP Kelas II Jayapura, Kemenhub Willem Thobias Fofid, menegaskan pihaknya juga siap hadir di tanah Nduga melalui program Tol Laut. Dimana kebutuhan dan logistik lain yang dibutuhkan warga Nduga bisa terpenuhi oleh kiriman melalui Tol Laut.

"Kami juga melalui KSOP Jayapura telah melakukan koordinasi dan sinergi bersama Pemda, Dinas-Dinas terkait serta Kepolisian Daerah Papua untuk optimalisasi program Tol Laut," ujarnya.

Dari karakteristik kewilayahan pegunungan tengah, yang menjadi salah satu fokus penyelenggaraan Tol Laut adalah pelayanan distribusi logistik yang terjadwal dan teratur di Kabupaten Nduga.

Selain itu, Willem mengungkapkan warga Nduga juga mengaku sangat membutuhkan layanan distribusi logistik dan transportasi pelabuhan dan bandara serta konektivitas multimoda. Termasuk akses jalan darat yang dapat menghubungkan jalur lintasan Mumugu Satu - Kenyam, kemudian Kenyam - Mbua kemudian Kenyam - Iniye serta Kenyem - Gearek termasuk dari akses yang menghubungkan Nduga - Yahukimo.

Penyelenggaraan Tol Laut di Tanah Papua merupakan perwujudan salah satu Visi Poros Maritim Indonesia. Tol Laut di wilayah tersebut adalah Trayek T-19 dengan armada KM. Logistik Nusantara 2. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas