Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Buka Wilayah 3TP Melalui Konektivitas Multimoda di Nduga Papua

Transportasi, bagi Kabupaten Nduga tidak hanya sebagai peradaban baru saja, tetapi juga untuk konektivitas di daerah itu.

Buka Wilayah 3TP Melalui Konektivitas Multimoda di Nduga Papua
Istimewa
Buka Wilayah 3TP Melalui Konektivitas Multimoda di Nduga Papua. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membuka pintu konektivitas multimoda di Kabupaten Nduga, Papua. Yaitu dengan menghadirkan Tol Laut dalam rangka menciptakan perdamaian dan peradaban baru di wilayah 3TP (Terpencil, Terluar, Tertinggal dan Pedalaman) tersebut.

Transportasi, bagi Kabupaten Nduga tidak hanya sebagai peradaban baru saja, tetapi juga untuk konektivitas di daerah itu. Dengan hadirnya Tol Laut di Nduga juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok dan logistik dengan harga yang murah.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi menyebutkan telah dilaksanakan rapat percepatan pembangunan Kabupaten Nduga yang dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keamanan Kemaritiman Buyung Lalana, Bupati Nduga Wentius Nimiangge, Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Laus Rumayom dan Kepala KSOP Kelas II Jayapura Taher Laitupa.

"Karena pembangunan daerah khususnya di Nduga ini perlu koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Cris.

Cris mengungkapkan, dalam rapat tersebut Kemenhub telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung segala bentuk pembangunan konektivitas di Nduga, khususnya Tol Laut dengan sinergi multimodanya.

"Kemenhub siap melakukan percepatan pembangunan Kabupaten Nduga melalui sektor transportasi baik laut, darat maupun udara,"ujarnya.

Cris menutup rapat teknis dengan mengupayakan konektivitas multimoda untuk kesejahteraan Papua, khususnya masyarakat Kabupaten Nduga dengan meminta agar ada muatan balik dari Nduga ke daerah lain dengan memanfaatkan multimoda yang disiapkan oleh Kementerian Perhubungan.

Setelah itu, rapat koordinasi teknis program dilakukan setelah arahan Menteri Perhubungan sebagai lanjutan dari diskusi, dengan mengggelar pertemuan bersama Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Wihana Kirana Jaya dan Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keamanan Kemaritiman Buyung Lalana.

Dalam rapat tersebut, Tim dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla dan KSOP Kelas II Jayapura menyampaikan presentasi selain dengan layanan Tol Laut pada Trayek T-26, dapat juga dengan skenario Angkutan Multimoda yang telah berjalan seperti di Kabupaten Pegunungan Bintang, yang rencananya juga akan diimplementasikan di Kabupaten Nduga dengan rute Surabaya-Mimika.

Di mana bahan-bahan pokok dan logistik dibawa menggunakan kapal dengan Tol Laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Pomako Mimika, kemudian dari Pelabuhan Pomako Mimika dilanjutkan dengan menggunakan subsidi darat ke Bandara Moses Kilangin setelah itu dilanjutkan dengan menggunakan angkutan udara perintis kargo diterbangkan ke Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas