Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hadiri Sidang Council IMO ke-125, Indonesia Sepakati Sidang Majelis IMO ke-32 Digelar Secara Daring

Pada Sidang Majelis IMO, Indonesia selaku anggota dewan periode 2020-2021 akan berjuang untuk kembali menempati kursi anggota dewan periode 2022-2023.

Hadiri Sidang Council IMO ke-125, Indonesia Sepakati Sidang Majelis IMO ke-32 Digelar Secara Daring
Kemenhub
Delegasi Indonesia untuk Sidang Council IMO ke-125 diketuai oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO, Desra Percaya. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Indonesia menyepakati penyelenggaraan Sidang Majelis (Assembly) ke-32 International Maritime Organization (IMO) secara daring. Pada Sidang Majelis inilah, Indonesia beserta negara Anggota Dewan IMO Periode 2020-2021 lainnya akan berjuang untuk kembali mendapatkan kursi menduduki posisi Anggota Dewan IMO Periode 2022-2023.

Kesepakatan untuk menyelenggarakan Sidang Assembly secara remote/daring sendiri dibahas dalam Sidang Dewan (Council) IMO ke-125, yang berlangsung sejak Senin (28/6) hingga Jumat ini (2/7).

Assembly Matters, atau hal-hal terkait dengan assembly adalah Agenda Item 16 dalam Sidang Council-125 dan merupakan salah satu agenda yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, selain Agenda 3 Strategy, Planning dan Reform, serta Agenda 4 Resource Management.

Terkait hal ini, berdasarkan kemampuan penyelenggaraan sidang dan informasi terkini, Sekretariat IMO memberikan 2 (dua) pilihan format penyelenggaraan Sidang Assembly.

Pilihan pertama adalah penyelenggaraan sidang secara remote/daring dengan menggunakan Aplikasi KUDO dengan durasi meeting selama 3 jam per harinya mulai pukul 11 pagi sampai dengan pukul 2 siang, dengan kemungkinan beberapa delegasi berpartisipasi dari Markas Besar IMO.

Adapun pilihan kedua adalah penyelenggaraan sidang secara tatap muka/luring, di mana semua delegasi hadir di Markas Besar IMO dengan durasi sidang sesuai jam kerja normal mulai pukul 9.30 pagi sampai dengan 5.30 sore, termasuk di dalamnya waktu istirahat selama 1,5 jam.

Atase Perhubungan KBRI London, Lollan Panjaitan, menjelaskan bahwa terkait Agenda 16 Assembly Matters, Pemerintah Indonesia menyampaikan intervensi yang mendukung penyelenggaraan Sidang Assembly secara virtual dengan mempertimbangkan ketidakpastian keadaan akibat Pandemi Covid-19, ketentuan pembatasan perjalanan yang kompleks, termasuk di antaranya proses karantina dan persyaratan sertifikat vaksin.

“Kami menyampaikan bahwa kami sepakat untuk satu suara dengan negara anggota lain yang memilih penyelenggaraan rapat secara virtual dengan menggunakan Aplikasi KUDO. Kami juga mendukung usulan agar sesi general statement diselenggarakan secara paralel dan dalam bentuk taping. Selain itu, kami juga mendukung agar jumlah peserta aktif selama Sidang Assembly dapat ditambah,” ujar Lollan.

Namun demikian, walaupun council sepakat untuk menyelenggarakan assembly secara daring, Lollan mengungkapkan bahwa proses pemilihan Anggota Dewan akan tetap dilaksanakan secara voting (pemungutan suara) langsung menggunakan secret ballots di Markas Besar IMO di London, Inggris.

“Proses voting nantinya akan dilakukan oleh perwakilan dari tiap-tiap negara Anggota Dewan IMO yang ada di Inggris. Sedangkan bagi negara Anggota yang tidak dapat hadir secara fisik di Majelis untuk memberikan suaranya dapat menunjuk perwakilan di London, selama prosedurnya aman, transparan, dan sesuai dengan aturan dan ketentuan dari IMO,” terangnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas