Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menparekraf Berharap PPKM Darurat Mampu Tekan Penyebaran COVID-19 dan Pulihkan Parekraf

Kemenparekraf telah mempersiapkan sejumlah langkah dan skenario mitigasi sepanjang dan setelah kebijakan PPKM darurat, termasuk program vaksinasi

Menparekraf Berharap PPKM Darurat Mampu Tekan Penyebaran COVID-19 dan Pulihkan Parekraf
Kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara Weekly Press Briefing yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap agar tujuan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dapat tercapai, yaitu menekan angka penyebaran COVID-19, sehingga sektor parekraf kembali bangkit dan sektor ekonomi segera pulih.

“Kita tentunya berharap dan berupaya secara totalitas agar PPKM darurat ini yang insyaAllah berakhir 20 Juli 2021 dapat efektif menurunkan laju penularan COVID-19. Namun jika, PPKM diputuskan untuk diperpanjang tentunya akan kita antisipasi dengan memperkuat program-program pendukungan,” kata Sandiaga Uno dalam acara Weekly Press Briefing, secara daring, di Jakarta, Senin (12/7/2021).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mempersiapkan sejumlah langkah dan skenario mitigasi sepanjang dan setelah kebijakan PPKM darurat yang ditetapkan oleh pemerintah sejak 3 – 20 Juli 2021.

Program pendukungan tersebut diantaranya, mendorong secara masif program vaksinasi, karena vaksinasi ini dinilai mampu menjadi salah satu benteng yang kuat dalam menghadapi COVID-19.

Beberapa waktu lalu, Kemenparekraf telah meresmikan sentra vaksinasi di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung, Jawa Barat, yang didukung oleh PHRI dan pemerintah daerah. Vaksinasi tersebut dilakukan terhadap 2.000 pelaku parekraf.

“Terkait hal itu, saya mendorong agar PTNP lain dan Badan Otoritas juga mengambil inspirasi dari STP Bandung untuk mengajukan tempatnya sebagai sentra vaksinasi. Selain itu, di Gunung Kidul juga terdapat destinasi wisata yang digunakan sebagai sentra vaksinasi, ini merupakan langkah yang cerdas untuk membantu percepatan program vaksinasi,” ujarnya.

Menparekraf mengatakan langkah kedua adalah perluasan testing, tracing, dan treatment. Dan ketiga, yaitu penerapan protokol kesehatan yang terus dijalankan secara ketat dan disiplin, tentunya didukung dengan program sertifikasi CHSE yang telah diluncurkan oleh Kemenparekraf.

Di samping itu, Kemenparekraf juga sedang berupaya mempercepat proses pendistribusian dana hibah pariwisata yang dianggarkan sebesar Rp3,7 triliun. Dana hibah ini masih dalam tahap proses dan harapannya bisa segera dirampungkan. Kemudian, ada Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021, yang dianggarkan kurang lebih Rp60 miliar.

Saat ini program BIP masih dalam tahap seleksi dan kurasi. Selanjutnya, ada Bantuan Pemerintah Khusus (Banpersus) yang sekarang masih dalam tahap pengusulan.

“Kami terus berupaya agar dana tersebut bisa dialokasikan dengan tepat sasaran, tepat manfaat, dan berkeadilan, serta menyentuh mayarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Kemenparekraf juga terus memberikan pelatihan dan pendampingan secara digital bagi pelaku parekraf, agar dapat menghasilkan produk-produk kreatif walaupun di rumah saja.

Untuk pelaksanaan program Work From Bali dan Wisata Vaksin, Menparekraf menuturkan akan ditunda sampai kondisi pandemi COVID-19 dapat terkendali.

“Semoga setelah angka COVID-19 ini bisa terkendali, tentunya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini kembali menggeliat,” harapnya. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas