Tribun

Gus Halim Ingin Desa Genteng Kulon Tingkatkan Kepesertaan BPJS

Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar perlu meningkatkan kepersertaan warga dalam BPJS apalagi baru meraih juara 1 dalam indeks desa membangun 2022.

Editor: Content Writer
zoom-in Gus Halim Ingin Desa Genteng Kulon Tingkatkan Kepesertaan BPJS
Mugi/Kemendes PDTT
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Istri Lilik Umi Nasriyah meresmikan Gedung Baru Rumah Sakit NU Jombang,Jawa Timur, Minggu (15/5/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI – Meraih juara 1 dalam Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022, Desa Genteng Kulon perlu meningkatkan kepesertaan warga dalam BPJS. Dengan demikian Desa Genteng Kulon dapat meraih hasil sempurna dalam penilaian IDM.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar saat melaksanakan Inspeksi Mendadak (sidak) terhadap Desa Genteng Kulon, Banyuwangi yang dinobatkan sebagai juara satu Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022.

“Yang kurang maksimal adalah BPJS dengan skor 0,80. Sementara semua sudah 1 nilainya, tertinggi kan 1 di IDM,” ungkap Gus Halim sapaan akrabnya.

Menurut Gus Halim, keterlibatan masyarakat dalam ikut serta program BPJS adalah salah satu upaya untuk dapat memberikan perlindungan kesehatan secara maksimal.

“Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi lebih masif kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam program jaminan kesehatan melalui BPJS,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Genteng Kulon Supandi mengatakan bahwa rendahnya tingkat coverage BPJS disebabkan karena rendahnya kemampuan masyarakat. Setidaknya masih ada sekitar 35 persen masyarakat kalangan menengah kebawah. Hal inilah yang menurutnya menjadi penyebab utama rendahnya tingkat Coverage BPJS.

"Kenapa kita tidak bisa memaksimalkan BPJS karena memang kemampuan masyarakat ada juga yang lebih 35 persen menengah kebawah," tukas Supandi.

Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu : Indeks ketahanan sosial, Indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi atau lingkungan yang kemudian diturunkan menjadi 22 variabel dan 52 indikator.

Dalam pengukuran status desa oleh Kemendes PDTT, terdapat lima klasifikasi status desa dalam Indeks Desa Membangun (IDM). Lima status itu adalah (1) Desa Sangat Tertinggal; (2) Desa Tertinggal; (3) Desa Berkembang; (4) Desa Maju; dan (5) Desa Mandiri.

Seperti diketahui, sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi terus menorehkan prestasi dalam penilaian IDM secara nasional. Selain Desa Genteng Kulon menjadi peringkat pertama Desa Mandiri dengan skor 0.9981, desa-desa di Banyuwangi juga mendominasi 10 besar Desa Mandiri dalam Indeks Desa Membangun (IDM) Indonesia. Yaitu Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng (0.9905); Desa Setail, Kecamatan Genteng(0.9886); Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsri (0.9870); Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng (0.9868); dan Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng (0.9867).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas