Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gus Ipul: Desil DTSEN Disusun BPS dengan Ukuran Statistik, Bukan Perkiraan

Mensos Gus Ipul minta semua pihak percayakan pemeringkatan desil DTSEN kepada BPS.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Gus Ipul: Desil DTSEN Disusun BPS dengan Ukuran Statistik, Bukan Perkiraan
Dok. Kemensos
PEMERINGKATAN DTSEN - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan sambutan dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Bale Sawala Yudistira, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa proses pemeringkatan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sepenuhnya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan pendekatan ilmiah berbasis statistik.

“Yang melakukan perangkingan itu BPS. Bukan pendamping, bukan Kepala desa, bukan bupati, bukan wali kota, bukan menteri sosial,” kata Gus Ipul dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Pemutakhiran DTSEN dan Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Bale Sawala Yudistira, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026).

Gus Ipul menambahkan, metode yang digunakan BPS berbasis ilmu statistik dan dikerjakan oleh para ahli. Karena itu, pemerintah meminta semua pihak mempercayakan proses penilaian tersebut kepada BPS.

“Bukan pendekatan semaunya sendiri, tapi menggunakan ilmu statistik oleh mereka yang ahli. Jangan berdebat soal kriteria dan lain sebagainya. Beriman saja kepada BPS. Kalau kita mau debat gak selesai-selesai,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, peran pemerintah daerah, pendamping, operator desa, serta masyarakat adalah membantu pemutakhiran data sesuai kondisi sebenarnya di lapangan. Data tersebut kemudian diolah oleh BPS menggunakan teknologi dan sistem yang terintegrasi dengan berbagai basis data kementerian dan lembaga

Baca juga: Mensos Gus Ipul dan Wamensos Bayar Zakat Melalui BAZNAS di Istana

Gus Ipul juga mengajak masyarakat membantu mendata warga miskin yang belum tersentuh bantuan sosial karena belum tercatat dalam data pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menyebut kelompok ini sebagai The Invisible People.

“Mereka yang seharusnya mendapatkan afirmasi dari negara, malah justru mereka tertinggal. Mereka tidak mendapatkan perlindungan sosial karena mereka tidak terdata dalam data resmi pemerintah,” terang Gus Ipul.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk mendukung upaya tersebut, Presiden Prabowo menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menugaskan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah melakukan pemutakhiran DTSEN serta menghilangkan ego sektoral dalam pengelolaan data.

Meski demikian, Gus Ipul mengakui bahwa data DTSEN masih terus disempurnakan.

“Apakah data kita sudah sempurna? Belum. Namun, kalau kita mau bersama-sama melakukan pemutakhiran secara berkelanjutan, terstruktur, dan menggunakan ukuran-ukuran yang telah ditentukan oleh BPS, saya percaya data (DTSEN) kita semakin akurat,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa BPS bertanggung jawab memastikan kualitas DTSEN sebagai dasar perumusan kebijakan.

Baca juga: Gus Ipul Ajak Pegawai Kementerian Sosial Perkuat Solidaritas Jelang Idulfitri

“Tugas kami adalah memastikan DTSEN betul menjadi data tunggal yang kemudian akurasinya bisa dijamin. Intinya DTSEN akan terus dimutakhirkan dan ditingkatkan akurasinya sehingga menjadi basis (data) yang kuat untuk intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran,” kata Amalia.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) mengingatkan masyarakat untuk bersikap jujur saat proses survei lapangan (ground check) demi menjamin keakuratan data.

“Makanya supaya bisa maju, sampaikan rakyat kita agar jujur ketika disurvei dan ada kesempatan setiap tiga bulan sekali (pemutakhiran),” tutur Om Zein.

Dalam kesempatan tersebut, acara juga dimeriahkan dengan pidato empat bahasa oleh siswa sekolah rakyat, yakni M. Kiendra (SRMA 13 Bekasi) dalam bahasa Inggris, Verlina Dara (SRMA 13 Bekasi) dalam bahasa Jepang, Nur Aisah (SRMA 10 Jakarta) dalam bahasa Mandarin, serta Alma Razkia (SRMA 13 Bekasi) dalam bahasa Arab.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas