KAMMI: Keberhasilan Swasembada Beras Perlu Didukung Penguatan Anggaran Pertanian
KAMMI dorong pemerintah perkuat anggaran pertanian demi keberlanjutan swasembada beras 2026.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan peran pentingnya di tengah ketidakpastian pangan global.
Saat banyak negara menghadapi tekanan produksi dan gejolak harga komoditas, Indonesia justru mencatat capaian signifikan melalui keberhasilan swasembada beras pada 2026.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai, keberhasilan tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat dukungan anggaran terhadap sektor pertanian.
Organisasi mahasiswa itu berpandangan bahwa kebijakan fiskal yang kuat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah menegaskan, alokasi dana bagi Kementerian Pertanian memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya petani.
Menurutnya, anggaran pertanian merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan produksi pangan dan stabilitas nasional.
Baca juga: INDEF Catat Sektor Pertanian Tumbuh Pesat pada Akhir 2025, Lampaui PDB Nasional
Jundi menilai, keberhasilan swasembada beras tahun ini tidak terlepas dari kemampuan pemerintah mengelola sumber daya secara efektif.
Ia secara khusus mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai mampu memaksimalkan penggunaan anggaran hingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.
"Menteri Amran telah menunjukkan bahwa dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, Indonesia mampu mencapai swasembada beras pada 2026. Karena itu, tidak ada alasan bagi negara untuk tidak memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Pertanian," ujar Jundi dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu (15/3/2026).
Judi menambahkan, berbagai program pembangunan pertanian membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai. Modernisasi alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas lahan, serta distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dinilai sangat bergantung pada kekuatan anggaran pemerintah.
Selain keberhasilan swasembada beras, sektor pertanian juga mencatat pencapaian ekonomi yang signifikan.
Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat mencapai 5,74 persen, angka yang menunjukkan peningkatan peran pertanian dalam perekonomian nasional.
Baca juga: Dukung Swasembada Jagung, Kementan Siapkan Benih Gratis hingga 1 Juta Hektare
"Ini menjadi sejarah baru, karena kontribusi PDB sektor pertanian merupakan yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir," jelas Jundi.
KAMMI menilai, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan sektor ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial dan masa depan bangsa.
Karena itu, pemerintah didorong untuk menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan nasional, termasuk dalam hal dukungan anggaran.
Baca tanpa iklan