Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kolaborasi Penataan Stasiun Bantu Cegah Penumpukan Penumpang di Masa Pandemi COVID-19

Pemprov DKI Jakarta melalaui Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta juga menata kawasan stasiun yang turut membantu mencegah penumpukan penumpang

Kolaborasi Penataan Stasiun Bantu Cegah Penumpukan Penumpang di Masa Pandemi COVID-19
Tribunnews/Herudin
Petugas memeriksa suhu tubuh calon penumpang yang akan memasuki Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2020). Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk menekan penyebaran COVID-19 di angkutan umum massal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya membatasi jumlah penumpang dan jam operasional angkutan umum.

Pemprov DKI Jakarta melalaui Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta juga menata kawasan stasiun yang turut membantu mencegah penumpukan penumpang di masa pandemi seperti sekarang ini.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa penataan tersebut sejatinya dilakukan karena adanya ketidakteraturan akibat belum terintegrasinya penataan ruang dengan penataan transportasi.

Konsep penataan yang diterapkan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan mempermudah akses masyarakat dari stasiun menuju angkutan umum. "Kami mengoptimalkan penggunaan aset untuk memfasilitasi integrasi di kawasan stasiun," katanya, pada Sabtu, (7/11/2020).

Lebih lanjut, Syafrin menjelaskan, penataan juga dilakukan dengan menyediakan fasilitas transit untuk pengguna angkutan daring maupun angkutan paratransit (bajaj) yang masih dibutuhkan masyarakat.

Konsep penataan tersebut diharapkan dapat mengurai kerumunan di mana sebelumnya tempat berkumpul untuk menunggu moda lanjutan hanya di satu titik saja.

“Dengan adanya penataan, maka tempat tunggu tidak terkonsentrasi di satu titik atau lokasi. Ini adalah penataan jangka panjang. Pergerakan masyarakat pun akan lebih terurai dan waktu tunggu menjadi lebih singkat. Nah, untuk jangka pendek seperti sekarang ini, bisa membantu mencegah penumpukan orang agar tidak menjadi tempat penularan COVID-19," terangnya.

Syafrin menyebut, penataan stasiun ini sejatinya dilakukan sebagai tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rapat Kabinet Terbatas di awal tahun 2019 yakni percepatan penciptaan layanan transportasi terintegrasi di kawasan Jabodetabek.

"Perintah tersebut direspons Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Menteri BUMN, Erick Thohir yang sepakat membentuk badan usaha baru untuk mengelola transportasi di Jabodetabek," ungkapnya.

Kemudian, Pemprov DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta dan Kementerian BUMN melalui PT KAI akhirnya membentuk perusahaan bersama bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) yang menyusun kajian dasar untuk melaksanakan tugas melalui restrukturisasi/melebur dengan PT KAI.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas