Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

11 Zat Berbahaya Pemicu Alergi Pada Jenis Kosmetika Abal-abal

Hati-hati pada kemungkinan adanya satu dari 11 zat berbahaya pemicu alergi yang biasa terkandung pada kosmetik kelas abal-abal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 11 Zat Berbahaya Pemicu Alergi Pada Jenis Kosmetika Abal-abal
TRIBUNNEWS.COM/ AGUNG BUDI SANTOSO
Uji kandungan zat berbahaya pada beberapa merek kosmetik di Laboratorium PT Sucofindo Laboratories di Bekasi, Jawa Barat. 

Paraben

Bahan pengawet ini paling banyak digunakan dalam produksi massal karena harganya murah dan stabil. Hampir sulit menemukan produk tanpa paraben  seperti metil, propil, dan hydroxybenzoate benzil. Reaksi alergi yang diakibatkan bahan ini adalah ruam kemerahan. Bahkan penelitian terakhir di Inggris menyebutkan kandungan paraben yang tinggi dapat menyebabkan kanker payudara.

Senyawa Asam

Mayoritas asam seperti azelaic, alpha hidroksi, benzoat, laktat, sorbat dalam ukuran sedikit masih bisa ditoleransi tubuh. Namun asam sinamat mengakibatkan reaksi alergi meski dalam dosis kecil. Bahan yang banyak di temukan dalam pasta gigi menyebabkan rasa gatal dan kering pada gusi, bibir dan sekitar mulut. Agar aman, pilihlah produk pasta gigi tanpa asam sinamat .

Paraphenylenediamine (PPD)

Bahan ini terdapat pada pewarna rambut permanen. Akibatnya, alergi bisa berupa ruam kemerahan pada kulit kepala, garis rambut di dahi, leher hingga belakang telinga. Alergi terhadap PPD akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) and Ammonium Lauryl Sulfate (ALS)

Rekomendasi Untuk Anda

Zat ini sering digunakan sebagai campuran shampoo, pasta gigi, sabun pembersih wajah, dan sabun mandi. SLS dan ALS dapat menyebabkan iritasi kulit. Yang lebih bahaya lagi, zat ini dapat dengan mudah diserap tubuh sehingga dapat mengganggu kesehatan mata penyebab katarak.

Propylene Glycol  

Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Selain itu juga dapat merusak fungsi organ ginjal dan hati.

Ridho Nugroho / Women’s Health / Sheknows 

Sumber: Tabloidnova.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas