Kebiasaan Buruk Penyebab Perut Buncit, Apa Saja Itu?
Sebagian orang punya masalah penumpukan lemak di perut atau perut buncit. Kondisi itu mengganggu penampilan sekaligus membahayakan kesehatan.
Editor: Willem Jonata
Minum minuman beralkohol yang terlalu banyak dapat menyebabkan peradangan, penyakit hati, dan penumpukan lemak di perut.
Studi membuktikan, alkohol dapat menekan pembakaran lemak dan kelebihan kalorinya sebagian disimpat di perut.
Penelitian lain juga menyebutkan, orang yang minum terlalu banyak alkohol memiliki perut lebih buncit.
3. Terlalu banyak asupan lemak trans
Penyebab perut buncit lainnya yakni kebiasaan mengonsumsi asupan tinggi lemak trans.
Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak trans antara lain gorengan, mentega, margarin, kue yang dipanggang, keripik, kerupuk, biskuit, dll.
Tak hanya memicu perut buncit, lemak trans terbukti dapat menyebabkan peradangan, diabetes, sampai penyakit jantung.
4. Malas bergerak
Kebiasaan mager atau malas bergerak juga dapat menyebabkan perut buncit dan obesitas. Terlebih jika seseorang kerap malas bergerak, banyak duduk, doyan rebahan, dan tak rutin berolahraga.
Kombinasi beberapa hal tersebut membuat lemak di perut menumpuk dan memicu perut buncit.
5. Stres
Stres berlebihan Penyebab perut buncit juga terkait stres. Saat stres, kelenjar adrenal akan mengeluarkan hormon kortisol.
Produksi hormon kortisol secara berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak, terutama di daerah perut.
Pasalnya, sejumlah orang cenderung makan berlebihan saat stres. Kortisol lantas mengarahkan kelebihan kalori tersebut menumpuk menjadi lemak di perut.