Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kurangi Risiko Lemak Jahat, Minyak Samin Bisa Jadi Solusi Saat Mengolah Daging Kurban

Daging sapi atau daging kambing merupakan bahan utama menu makanan di hari Raya Idul Adha.

Kurangi Risiko Lemak Jahat, Minyak Samin Bisa Jadi Solusi Saat Mengolah Daging Kurban
Sajian Sedap
Berikut adalah resep Nasi Kebuli yang mudah, lengkap dengan video cara pembuatan. 

Kondisi ini dikarenakan oleh kandungan asam lemak yang dikenal sebagai asam butirat di dalamnya. Tidak hanya itu, minyak samin juga mengandung anti peradangan bagi tubuh.

Untuk diketahui, ada beberapa kandungan minyak samin, antara lain 13 gram lemak, 8 gram lemak jenuh, 110 kalori, 4 gram lemak tak jenuh tunggal dan kurang dari 1 gram lemak tak jenuh ganda.

Selain kaya nutrisi, cairan ini juga kaya akan vitamin, seperti vitamin A, vitamin E, dan vitamin K juga kandungan karbohidrat dan protein di dalam minyak samin yang baik untuk kesehatan tubuh.

"Minyak samin mengandung omega 9, omega 6, omega 4, dan bebas dari lemak trans. Selain itu, minyak sawit juga bebas kolesterol dan mengandung keseimbangan antara lemak jenuh dan tidak jenuh dan mengandung asam lemak esensial," jelas Fajar Marhaendra, Senior Manager IDEAS Apical saat Talk Show dan Cooking Demo Menu Idul Adha, Kamis (24/6/2021).

Minyak samin, lanjut Fajar, terbuat dari minyak kelapa sawit berkelanjutan dan memiliki fortifikasi vitamin yang diperlukan di masa pandemi Covid-19.

"Sangat pas dipadu dengan makanan yang mengandung lemak," katanya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi B DPRD DKI, M. Taufik Zoekifli menjelaskan, setiap Idul Adha, umat Islam yang mampu disunnahkan menyembelih hewan kurban, seperti sapi, kerbau, kambing atau domba.

Untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19, menurut dia, kegiatan kurban bisa di tempat penjualan hewan kurban, tempat pemotongan hewan kurban di RPH dan tempat pemotongan hewan kurban di luar RPH.

“Pada prinsipnya orang-orang yang terlibat di setiap lokasi baik di tempat penjualan, maupun tempat pemotongan hewan kurban, baik di RPH maupun di luar RPH harus menerapkan protokol kesehatan 5M. Selain itu, harus tetap harus tetap memperhatikan standar higiene sanitasi,” katanya.

Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2021, Ahmad Faqih Syarafaddin menambahkan, dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan 3 hal pokok, yaitu, kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, poses penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging hewan kurban kepada mustahiq.

“Kurban merupakan momen yang spesial karena saat kurban orang yang tidak bisa menikmati daging, maka pada hari Idul Adha jadi bisa menikmati daging.

Apalagi pada pandemi ini, distribusi hewan kurban menjadi lebih banyak secara volume dan lebih luas secara wilayah sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas