Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Di Rumah Saja karena Pandemi, Anak Bisa Alami Gangguan Kesehatan Mental, Ketahui Gejalanya

Anak bisa saja mengalami masalah gangguan mental tatkala harus beraktivitas di rumah saja, seiring lonjakan pandemi.

Di Rumah Saja karena Pandemi, Anak Bisa Alami Gangguan Kesehatan Mental, Ketahui Gejalanya
Shutterstock
Ilustrasi anak bermain 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNENWS.COM, JAKARTA - Anak bisa saja mengalami masalah gangguan mental tatkala harus beraktivitas di rumah saja, seiring lonjakan pandemi.

Dokter Reisa Broto Asmoro memaparkan gejala-gejala gangguan kesehatan mental pada anak.

Bahkan anak-anak sering merasa bosan hingga stres akan aktivitasnya yang terganggu.

Beberapa gejala dapat dilihat seperti kurang semangat dalam beraktivitas hingga mengurung diri atau takut.

"Jadi anak itu biasanya kelihatan mengalami gangguan kesehatan dari prilakunya, dia engga semangat, merasa tak menarik buat dia dan mudah marah serta menunjukan sifat yang agresif atau hiperaktif, mengurung diri atau takut," kata Reisa, saat acara virtual Mothercare bertajuk Parentversary, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Di Rumah Saja, Reisa Broto Asmoro Ajak Anak-anaknya Kerjakan Tugas Rumah, Mengepel hingga Jemur Baju

Apabila melihat satu antara gejala yang terjadi, para orangtua harus segera mengantisipasi atau bahkan bisa berkonsultasi kepada yang lebih profesional.

Seiring bertambahnya usia anak, ada saja tingkah laku yang bisa menguji kesabaran, terkadang wajar bila satu atau dua tingkah bisa membuat emosi orang tua jadi terpancing, apalagi jika sang buah hati tidak bisa dinasihati dengan baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa memarahi, meneriaki, atau mungkin mengumpat anak bukanlah solusi yang tepat. Alih-alih ingin memahami maksud nasihat ibunya, anak malah bisa mengalami trauma psikis yang dapat mengganggu perkembangan mental dan kecerdasannya seperti, perkembangan otak anak terganggu, anak menjadi penakut dan tidak percaya diri, Menjadi sosok pemarah di kemudian hari dan anak mengalami depresi dan gangguan mental. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Seiring bertambahnya usia anak, ada saja tingkah laku yang bisa menguji kesabaran, terkadang wajar bila satu atau dua tingkah bisa membuat emosi orang tua jadi terpancing, apalagi jika sang buah hati tidak bisa dinasihati dengan baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa memarahi, meneriaki, atau mungkin mengumpat anak bukanlah solusi yang tepat. Alih-alih ingin memahami maksud nasihat ibunya, anak malah bisa mengalami trauma psikis yang dapat mengganggu perkembangan mental dan kecerdasannya seperti, perkembangan otak anak terganggu, anak menjadi penakut dan tidak percaya diri, Menjadi sosok pemarah di kemudian hari dan anak mengalami depresi dan gangguan mental. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

"Dengan adanya gangguan prilaku seprrti tadi harus mengantisipasi, dan melakukan konsultasi kepada profesional," tuturnya.

"Boleh ke psikolog anak atau dokter anak tumbuh kembang," imbuhnya.

Baca juga: Trik Jaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi Covid-19, Biarkan Anak Bersosialisasi Lewat Gawai

Baca juga: Dokter Reisa: Sebenarnya Tidak Disarankan Untuk Masker Dobel Pada Anak

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas