Tribun Lifestyle

Hari Jumat Disebut Sayyidul Ayyam, Apa Maksudnya?

Julukan hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam tak lepas dari keutamaan hari Jumat. Sayyidul Ayyam jika diartikan sederhana yakni sebagai rajanya hari.

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Garudea Prabawati
Hari Jumat Disebut Sayyidul Ayyam, Apa Maksudnya?
Tribunnews.com/ Adi Suhendi
Ilustrasi masjid. Apa sebenarnya makna hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam? Berikut penjelasannya. 

Pertama, tentang penciptaan manusia yang pertama, yakni Nabi Adam as.

Hari Jumat juga menjadi hari dimana Nabi Adam diturunkan ke bumi, sehingga pertama kali manusia menempati bumi adalah di hari Jumat.

"Penciptaan manusia yang pertama, yaitu Nabi Adam, itu juga terjadi pada hari Jumat, sampai disebutkan termasuk Kiamat Kubro nanti juga terjadi di hari Jumat," kata Khasan.

Pada hari jumat, terdapat suatu waktu bilamana umat islam meminta atau berdoa di waktu tersebut, itu tidak ada permintaan yang ditolak.

"Artinya pasti dikabulkan oleh Allah," terangnya.

Namun demikian, lanjut Khasan, waktu secara persisnya tersebut tidak dijelaskan dengan detail.

"Tapi, disampaikan oleh Imam Al Ghazali, itu waktu tepatnya itu disembunyikan, agar semua orang itu mau mengikhtiarkan untuk berbuat baik dan meminta hal yang baik disepanjang hari Jumat," jelasnya.

Ada pula sebuah riwayat yang menyatakan bahwa hari Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.

اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

Artinya: Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.

Maksud dari hadits tersebut adalah, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat seperti halnya berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala meskipun berbeda tingkat pahalanya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas