Doa saat Cemburu pada Suami, Jadi Obat dari Segala Kekesalan
Doa saat cemburu atau kesal pada suami dapat dibaca oleh istri agar dijauhkan dari bisikan setan yang membuatnya gelisah dan cemburu.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Cemburu merupakan perasaan yang muncul karena perasaan yang tidak tenang terhadap orang lain.
Bahkan pasangan suami dan istri yang sah juga dapat merasakan cemburu karena rasa cintanya.
Kecemburuan terhadap pasangan sebaiknya tidak sampai menimbulkan niat jahat karena Allah mengharamkan yang demikian.
Sa'ad Bin Ubadah berkata: “Kalaulah kulihat seorang laki-laki bersama istriku, niscaya aku penggal dia dengan pedang di bagian mata pedangnya, bukan dengan pinggirnya”. Berita ini kemudian terdengar oleh Rasulullah sehingga beliau bersabda: “Adakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa'ad? Demi Allah. Sungguh aku lebih cemburu dari dia, dan Allah lebih cemburu daripada aku. Dan kecemburuan Allah itulah Allah mengharamkan segala kejahatan baik yang nampak maupun yang tersembunyi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah juga tidak menyukai hamba-Nya menjadi dayuts, yaitu membiarkan anggota keluarganya melanggar syariat, misalnya membiarkan istrinya atau mahramnya membuka aurat.
Rasulullah bersabda: Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayuts, yaitu seseorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga; anak yang durhaka kepada orang tua, pencandu khamar, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya.” (HR. Ahmad dan Sunan an-Nasa'i)
Dalam buku Kamus Doa karya Luqman Junaedi terdapat doa ketika seseorang cemburu atau kesal kepada pasangannya.
Doa saat Cemburu pada Suami
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ دَاوِنِي بِدَوَائِكَ، وَاشْفِنِي بِشِفَائِكَ، وَاغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّن سِوَاكَ، وَاحْذَرْعَنِّي أَذَاكَ
Bismillāh, Allāhumma dāwinī bidawā’ika, washfinī bishifā’ika wa aghninī bifaḍlika ‘amman siwāka, wa aḥẓar ‘annī adhāk(a).
Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, obatilah aku dengan obat dari-Mu, sembuhkan aku dengan kesembuhan dari-Mu, cukupkan aku dengan karunia-Mu agar aku tidak meminta kepada selain Engkau, dan lindungilah aku dari siksa-Mu." (HR. Ibnu As-Sunni)
Baca juga: Doa Memegang Ubun-ubun Istri setelah Akad Nikah, Tanda Kasih Sayang Suami
Ketika membaca doa ini, Rasulullah Saw. menyuruh agar istri yang cemburu meletakkan tangan kanan di dadanya.
اللَّهُمَّ أَلْهِمْنِي رُشْدِي، وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي
Allāhumma alhimnī rusydī, wa a‘idznī min syarri nafsī.
Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, hilangkan kekesalan dalam hatiku dan jauhkanlah aku dari setan." (HR. Ibnu AS-Sunni)
Hadis tentang Kecemburuan Istri-istri Rasulullah
Rasa cemburu terhadap pasangan merupakan hal yang manusiawi, bahkan perasaan cemburu juga dirasakan oleh istri-istri Rasulullah.
Dalam hadis disebutkan bahwa istri Rasulullah, 'Aisyah ra. dan Hafsah ra., cemburu satu sama lain ketika bepergian bersama Rasulullah.
Hasfah adalah mantan istri Kunais bin Huzafah bin Qais bin 'Adi al-Sahmi al-Quraisy yang meninggal setelah perang Uhud.
Baca tanpa iklan