Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa saat Cemburu pada Suami, Jadi Obat dari Segala Kekesalan

Doa saat cemburu atau kesal pada suami dapat dibaca oleh istri agar dijauhkan dari bisikan setan yang membuatnya gelisah dan cemburu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Doa saat Cemburu pada Suami, Jadi Obat dari Segala Kekesalan
befungky/Tribunnews
DOA SAAT CEMBURU - Gambar dibuat di befungky, Kamis (16/10/2025). Doa saat cemburu atau kesal pada suami dapat dibaca oleh istri agar dijauhkan dari bisikan setan yang membuatnya gelisah dan cemburu. 

Rasulullah menikahi Hafsah setelah Umar bin Khattab, ayah Hafsah, menceritakan keadaan Hafsah yang menjanda, seperti dijelaskan dalam skripsi Manajemen Konflik: Studi Atas Hadis-Hadis Tentang Kecemburuan Istri-Istri Nabi Saw oleh Ali Akbar, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2017)..

Dari ʻĀisyah dia berkata: "Apabila Rasulullah saw. hendak bepergian, maka beliau pun mengundi para isterinya. Pada suatu ketika, undian tersebut jatuh kepada ʻĀisyah dan Ḥafṣah. Akhirnya kami pun bertiga pergi bersama-sama. Ketika malam tiba, Rasulullah saw. biasanya menempuh perjalanan bersama ʻĀisyah sambil berbincang-bincang dengannya. Hingga suatu saat Ḥafṣah berkata kepada ʻĀisyah; 'Hai ʻĀisyah, bagaimana jika malam ini kamu mengendarai untaku dan aku mengendarai untamu. Setelah itu, kita akan memperhatikan apa yang akan terjadi nanti.ʻĀisyah menjawab; "Baiklah!" Lalu ʻĀisyah mengendarai unta milik Ḥafṣah dan Ḥafṣah sendiri mengendarai unta milik ʻĀisyah. Tak lama kemudian Rasulullah mendatangi unta milik ʻĀisyah yang kini dikendarai Ḥafṣah. Rasulullah mengucapkan salam kepadanya dan menempuh perjalanan bersamanya hingga mereka singgah di suatu tempat. Sementara itu, ʻĀisyah merasa kehilangan Rasulullah hingga ia merasa cemburu. Oleh karena itu, ketika mereka singgah di suatu tempat, maka ʻĀisyah menjulurkan kedua kakinya di antara pohon iżkhir sambil berkata; Ya Allah perintahkanlah kalajengking atau ular untuk menggigitku, karena aku tidak kuasa untuk mengatakan sesuatu kepada Rasul-Mu.” (HR. Muslim)

Kecemburuan istri Rasulullah juga disebutkan dalam peristiwa lain yang diriwayatkan dalam hadis Sunan an-Nasa'i.

Hadis tersebut menyebutkan kecemburuan 'Aisyah ra. ketika Rasulullah dan para sahabat berada di rumahnya, kemudian istri beliau yang lain, Ummu Salamah, mengirim makanan kepada Rasulullah padahal 'Aisyah sedang menyiapkan makanan.

Dari Ummu Salamah : dia datang dengan membawa makanan di atas piringnya kepada Rasulullah saw. dan para sahabat beliau, lalu datanglah ʻĀisyah dengan bersarungkan pakaian, dia datang membawa batu, lalu memecah piring itu dengannya, kemudian Nabi saw. mengumpulkan dua pecahan piring dan bersabda: "Makanlah, ibu kalian telah cemburu, " dua kali, lalu Rasulullah saw. mengambil piring ʻĀisyah dan mengirimnya kepada Ummu Salamah dan memberikan piring Ummu Salamah kepada ʻĀisyah. (HR. an-Nasa'i)

Telah menceritakan kepada kami Anas: "Nabi saw. pernah berada pada salah satu Ummu al-muʼminīn, kemudian ummu al-muʼminīn yang lain mengirimkan nampan yang berisi makanan. Kemudian dia memukul tangan Rasulullah saw. sehingga nampan tersebut terjatuh dan pecah. Lalu Nabi saw. mengambil dua pecahan tersebut dan menggabungkan satu dengan yang lainnya. Kemudian beliau mengumpulkan makanan yang ada dalamnya dan bersabda: "Ibu kalian telah cemburu, makanlah, makanlah." Kemudian beliau menyerahkan nampan yang baik kepada utusan dan meninggalkan nampan yang pecah di rumah isteri beliau yang memecahkannya. (HR. an-Nasa'i)

Pada hadis lain, 'Aisyah ra. menceritakan kecemburuannya kepada istri pertama Rasulullah, Khadijah.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari ʻĀisyah ra. berkata: Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang wanita dari istri-istri Nabi saw. sebesar kecemburuanku kepada Khadījah, padahal aku tidak pernah berjumpa dengannya. Namun demikian, dahulu Nabi saw. sering sekali menyebut namanya. Bahkan kadang kala beliau secara khusus menyembelih seekor kambing, lalu memotong-motongnya. Selanjutnya beliau membagi-bagikan daging kambing sembelihannya itu kepada sahabat-sahabat Khadijah. Dan kadang kala aku tidak kuasa menahan rasa cemburuku, sehingga aku berkata kepada beliau: apakah di dunia ini tiada wanita selain Khadijah? Namun ternyata beliau marah mendengar ucapanku ini dan bersabda: "Sejatinya dahulu Khadijah telah berbuat demikian dan demikian, dan aku dikaruniai anak keturunan darinya. (HR. Bukhārī dan Muslim)

Riwayat lainnya, Rasulullah menanggapi ucapan 'Aisyah tentang Khadijah.

Dari ‘Aisyah berkata: “Rasulullah tidak pernah menikah dengan wanita lain selama Khadijah masih hidup. Dan ketika beliau menyebut Khadijah, beliau selalu memujinya dengan penuh kasih sayang. Hingga suatu ketika aku berkata: ‘Seolah-olah di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah!’ Maka beliau bersabda: ‘Sesungguhnya Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Ia beriman kepadaku saat manusia mengingkariku, ia membenarkanku ketika manusia mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya ketika manusia enggan, dan Allah menganugerahkan kepadaku anak darinya, sedangkan tidak ada seorang pun dari istri-istriku yang memberiku anak selain dia.’” (HR. Ahmad no. 24864)

Rasulullah menghadapi kecemburuan istri-istrinya dengan penuh kesabaran dan tidak marah, bahkan tetap mempersilakan tamunya untuk makan ketika istri beliau memecahkan piring makanan karena cemburu.

Selain itu, Rasulullah menanggapi kecemburuan istri-istrinya dengan kasih sayang, serta menjelaskan semuanya dengan sabar.

Sikap Rasulullah ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang menjelaskan bahwa istri diciptakan dari tulang rusuk suaminya, yang bisa patah jika tidak diperlakukan dengan lemah lembut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika engkau berusaha meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya; dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok. Maka berbuat baiklah kepada para wanita.” (HR. al-Bukhari no. 3331, Muslim no. 1468)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas